Mabur.co – Data kunjungan wisatawan selama momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan tren berbeda di sejumlah kabupaten.
Sleman dan Gunungkidul tercatat sebagai kabupaten yang paling banyak dikunjungi wisatawan mengalahkan 2 kabupaten lainnya yakni Kulon Progo dan Bantul.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur Nataru, yakni 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tercatat mencapai 833.436 orang, jauh melampaui target awal 250.000–300.000 wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, menyebutkan 99,31 persen pengunjung merupakan wisatawan lokal atau wisatawan Nusantara, dengan hampir 90 persen berasal dari Pulau Jawa. Destinasi wisata alam masih mendominasi kunjungan sebesar 56,34 persen, disusul wisata budaya 27,62 persen.
Berdasarkan perhitungan Dispar Sleman, total perputaran uang selama libur Nataru tahun ini diperkirakan mencapai Rp362,79 miliar.
Sementara itu peningkatan kunjungan wisatawan juga tercatat di Kabupaten Gunungkidul. Mengacu pada data Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur nataru 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai sebanyak 332.660 orang.
Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang hanya mencatat 165.519 wisatawan.
Sub Koordinator Objek dan Daya Tarik Wisata Dispar Gunungkidul, Aris Sugiyantoro, mengatakan peningkatan kunjungan tersebut berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata yang menembus angka Rp4 miliar, naik dari Rp1,64 miliar pada periode Nataru sebelumnya.
Berbeda dengan Sleman dan Gunungkidul, Kabupaten Bantul justru mencatat tren penurunan wisatawan selama masa libur nataru tahun ini. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Bantul, sepanjang Desember 2025 jumlah kunjungan wisatawan hanya mencapai 183.788 orang dengan pendapatan Rp2,6 miliar.
Kepala Dispar Bantul, Saryadi, menyebutkan bahwa pada periode puncak liburan yakni mulai dari 20–31 Desember, kunjungan wisatawan tercatat hanya mencapai 116.361 orang dengan pendapatan Rp1,6 miliar.
Jika dibandingkan dengan data kunjungan tahun 2024 yang mencapai 2,3 juta wisatawan dengan pendapatan Rp30,6 miliar, maka total kunjungan wisata tahun 2025 di Bantul mengalami penurunan sekitar 28 persen.
Sementara itu meski masih berada di bawah 3 kabupaten lainnya, tren kunjungan wisatawan di kabupaten Kulon Progo selama masa libur nataru mengalami peningkatan.
Dinas Pariwisata Kulon Progo mencatat sepanjang periode libur nataru tahun 2025/2026 ini sebanyak 88.865 wisatawan tercatat mengunjungi 10 destinasi wisata beretribusi yang ada di Kulonprogo .
Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman, menyampaikan bahwa capaian tersebut melampaui target 60.000 wisatawan dan meningkat dibandingkan Nataru 2024/2025 yang tercatat 62.623 pengunjung.
Pantai Glagah masih menjadi destinasi paling ramai dengan kunjungan 64.706 wisatawan, disusul Pantai Congot sebanyak 16.533 wisatawan. Jumlah kunjungan ke Pantai Glagah juga naik signifikan dari 48.330 wisatawan pada periode sebelumnya.



