Mabur.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asal Singapura ke Batam selama 2 bulan terakhir.
Sepanjang periode Januari–Februari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam tercatat mencapai 131.308 orang meningkat dari sebelumnya 126.620 orang.
Dimana mayoritasnya atau sebanyak 57.487 wisatawan itu berasal dari negara tetangga yang hanya berjarak 50 kilometer yakni Singapura.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut peningkatan kunjungan wisman asal Singapura ini menjadi indikasi kuat bahwa Batam semakin diminati sebagai destinasi wisata alternatif.
“Ini menjadi tren positif bagi Batam,” ujarnya dikutip Liputan6.com, Kamis (9/4/2026).
Amsakar menyebut salah satu faktor peningkatan kunjungan itu adalah dampak kondisi ekonomi global akibat konflik di wilayah Timur Tengah, yang membuat warga Singapura memilih berlibur ke lokasi yang terjangkau.
Dimana semakin tingginya kenaikan biaya hidup di Singapura, termasuk harga energi dan kebutuhan pokok, mendorong warga negara tersebut mencari alternatif destinasi yang lebih terjangkau.
“Batam kita baca sebagai alternatif destinasi. Bisa jadi faktor biaya hidup dan penyesuaian harga di Singapura juga berpengaruh,” ucapnya.
Kawasan wisata belanja Nagoya diungkapkan masih menjadi magnet utama bagi wisatawan Singapura untuk berkunjung.
Disini mereka tidak hanya berlibur namun juga berbelanja kebutuhan rumah tangga hingga produk khas seperti makanan olahan laut karena harganya yang lebih murah, sehingga bisa dibawa kembali ke Singapura.
Lonjakan wisman asal Singapura ini pun dinilai mampu memberikan efek ganda bagi perekonomian Batam. Baik itu dari sisi pembelian tiket, penggunaan transportasi lokal, penginapan, hingga belanja oleh-oleh, ikut menggerakkan berbagai sektor termasuk UMKM.
“Dari hulu ke hilir, semua aktivitas wisatawan itu meninggalkan uang di daerah. Ini yang menggerakkan sektor informal hingga pelaku UMKM,” tambah Amsakar.
Adanya kenaikan tiket penyeberangan sebesar Rp 65 ribu ke Batam sebagai dampak kenaikan harga energi global, dikatakan tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah kunjungan warga Singapura.
“Memang ada kenaikan tarif tiket penyeberangan, tapi pengunjung Singapura ke Batam tetap meningkat,” ujar salah satu staf ticketing sebagaimana dikutip Liputan6.com.
Secara tren tahunan, kunjungan wisman ke Batam sendiri tercatat juga terus meningkat. Pada 2024 tercatat sekitar 1,3 juta kunjungan, naik menjadi 1,6 juta pada 2025. Sementara tahun 2026 jumlah kunjungan diproyeksikan mengalami tambahan 300 hingga 500 ribu wisatawan.
Peningkatan kunjungan ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dengan berbagai kebijakan yang mempermudah akses warga Singapura berlibur ke Batam.
Pasalnya Indonesia khususnya Batam, selama ini harus bersaing dengan Malaysia untuk berebut wisatawan asal Singapura yang dinilai memiliki daya beli tinggi sehingga mampu menambah devisa negara.



