Mabur.co- Ubi Cilembu kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya permintaan pangan lokal berkualitas di berbagai daerah Indonesia.
Dikenal dengan rasa manis yang menyerupai madu saat dipanggang, ubi cilembu telah menjadi salah satu ikon kuliner lokal khas Jawa Barat.
Di hamparan dataran tinggi yang sejuk dan subur di wilayah Kabupaten Sumedang Jawa Barat, tersembunyi sebuah kekayaan lokal yang bukan hanya menggugah selera tetapi juga menjadi ikon agrikultur unggulan daerah tersebut ubi Cilembu.
Ubi yang satu ini bukan sekadar umbi biasa. Ia memiliki daya tarik khas yang begitu kuat, terutama saat dipanggang atau dibakar mengeluarkan cairan manis menyerupai madu yang membuatnya dijuluki ubi madu.
Dengan ciri khas rasa manis alami dan tekstur lembut legit, ubi Cilembu telah merambah pasar nasional bahkan internasional, menjadikannya salah satu komoditas pertanian Indonesia yang patut dibanggakan. Asal usul nama Cilembu sendiri merujuk pada sebuah desa kecil di Kecamatan Pamulihan, Sumedang.
Di sinilah tempat asal mula varietas ubi ini dibudidayakan secara tradisional oleh para petani lokal. Berbeda dengan jenis ubi lainnya, ubi Cilembu memiliki kulit yang berwarna krem atau jingga muda, bentuk yang panjang dan kadang tidak beraturan, serta daging yang padat dan berwarna kekuningan.
Dikutip dari sisemar.sumedangkab.go.id, Minggu (22/3/2026), tiap varietasnya memiliki rasa khas dan unik yang berbeda.
Ubi cilembu memiliki ciri-ciri berkulit gading, berurat, dan panjang. Getahnya akan meleleh seperti madu ketika dipanggang.
Rasa ubi ini sangat manis dan pulen, berbeda dengan ubi kebanyakan. Rasa manisnya akan lebih keluar bila ubi dibakar dalam oven, apalagi apabila ubi mentah telah disimpan lebih dari seminggu. Rasa manis ini menjadi sumber energi bagi yang mengonsumsinya, terutama cocok untuk diet. ***



