Prospek Cerah Bisnis Abon Varian Rasa di Yogyakarta

3 Min Read
Market stall with jars of abon spices and printed menus on the counter; a woman stands behind the display under a green arched roof.
Abon Daun Emas sudah memiliki uji nutrisi dan diproduksi secara higienis tanpa menggunakan MSG. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Siapa yang tak suka abon? Sebagian besar orang tentu mengenal serta gemar menyantap makanan bercita rasa gurih dan manis satu ini. Punya tampilan unik, abon berserat seperti kapas dengan warna coklat terang keemasan nan berbumbu.

Di kalangan ibu rumah tangga, abon merupakan salah satu bahan makanan praktis yang kerap tersedia di rumah untuk disajikan kapan saja.

Digemari Segala Usia

Terutama, sebagai lauk-pauk makan untuk si kecil bila tak mau makan. Digemari banyak orang dari segala usia, biasanya abon dikonsumsi sebagai lauk taburan di atas nasi hangat atau mi instan.

Bahkan, tak sedikit pula yang menjadikan abon sebagai pugasan makanan ringan, seperti roti atau pun isian lemper.

Kini, bahan utama abon pun semakin beragam. Selain terbuat dari serat daging, seperti sapi, ayam, dan ikan, abon juga dapat dikreasikan dari bahan nabati.

Abon sapi masih menjadi produk terlaris, terutama dalam skema kemitraan bisnis B2B. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Misalnya, jantung pisang, jamur tiram, dan buah kluwih. Bisnis dapat dimulai dari kegemaran yang dimiliki pelaku usaha dan kondisi lingkungan akan berpengaruh dalam menentukan produk.

Bisnis Abon Prospektif

Salah satu pelaku bisnis ini yaitu Anis Riyati Primastuti, pelaku UMKM berasal dari Meredan, Sendangtirto, Berbah, Sleman, sukses bisnis olahan abon aneka varian rasa semenjak 2012 lalu.

Anis mengatakan, mulanya memproduksi abon dari varian ayam dan sapi. Namun, seiring waktu berjalan, ia terus bereksperimen demi menyediakan pilihan yang beragam.

“Selain berbahan dasar daging ayam dan sapi, kini kami menyediakan abon yang terbuat dari bahan nabati. Kami berupaya menghadirkan produk berkualitas serta bergizi dengan memanfaatkan bahan dari sumber daya alam (SDA) yang tersedia dan mudah dijangkau di lingkungan sekitar. Salah satunya jantung pisang dan jamur tiram,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).

Menurut Anis, abon Daun Emas diklaim sudah memiliki uji nutrisi dan diproduksi secara higienis tanpa menggunakan MSG.

Varian Vegetarian

Untuk varian vegetarian, proses pengolahan juga menggunakan minyak goreng pertama dan tidak memakai minyak jelantah.

Dari segi penjualan, abon sapi masih menjadi produk terlaris, terutama dalam skema kemitraan bisnis B2B. Namun, varian vegetarian juga memiliki peminat tersendiri, meski jumlahnya masih terbatas.

“Pasar vegetarian di Indonesia hanya sekitar dua persen, tapi kompetisinya tidak seketat pasar abon daging. Ini saya lihat sebagai peluang,” ungkapnya.

Bagi Anis, meski menghadapi tantangan dalam hal edukasi konsumen, tetap optimis bahwa varian vegetarian dapat menjadi solusi inovatif yang menyasar pasar gaya hidup sehat dan terus berkembang.

“Awalnya saya masuk ke pasar abon daging yang sangat kompetitif, dan saya memilih untuk berinovasi dengan menambah varian baru yang punya potensi di ceruk pasar tersendiri,” ujarnya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar