Mabur.co- Polisi masih terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang terjadi di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus).
Polisi mengungkap baju korban bahkan sampai meleleh setelah terkena cairan diduga air keras.
Peristiwa penyiraman itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam.
Polisi mengatakan terduga pelaku ada empat orang dalam kasus ini, dan pelaku sudah mengikuti pergerakan Andrie Yunus sebelum melakukan aksi jahatnya di kawasan Senen, Jakpus.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, korban disiram air keras saat mengendarai motor.
Seketika korban merasa kepanasan dan menjatuhkan motornya di pinggir jalan hingga berteriak histeris.
Ada dua buah barang yang belakangan ditemukan oleh polisi setelah menyelidiki dan menelusuri jejak para pelaku penyiraman air keras kepada Andrie Yunus.
Temuan sebuah helm dan wadah tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, membuka peluang bagi polisi untuk mengidentifikasi keempat pelaku.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan jalur pelarian pelaku terpantau lewat sejumlah titik CCTV.
“Pascakejadian, tim kami melakukan penelusuran terhadap para terduga pelaku yang melakukan pelarian ke arah yang berbeda,” kata Iman, Selasa (17/3/2026) dilansir TribunnewsBogor.
Kombes Iman Imanuddin mengungkapkan, dua pelaku yang berboncengan sepeda motor melarikan diri dengan cara melawan arus di kawasan Jalan Raya Salemba, Jakarta Pusat.
Dari Jalan Salemba, keduanya bergerak menuju kawasan Senen, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Kramat Raya hingga akhirnya sampai di kawasan Tugu Tani.
“Kemudian dari Senen menuju Jalan Kramat Raya menuju Tugu Tani, dan dari Tugu Tani selanjutnya bergerak ke arah Stasiun Gondangdia,” ungkap Iman.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Safaruddin, menuturkan, setelah Lebaran ini kita akan RDP (rapat dengar pendapat) dengan Kapolri untuk mendorong jangan ragu-ragu di dalam bertindak supaya segera diungkap.
Karena ini adalah masalah martabat negara, ini memecah sendi-sendi demokrasi, melanggar hak asasi manusia di internal nasional maupun internasional.
“Saya kira ini tidak ada pilihan, harus diungkap secara tuntas. Saya akan mengaku terus memonitor perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Saat ini, yang ditunggu setelah pernyataan polisi terkait kasus Andrie Yunus adalah hasil pemeriksaan DNA dan sidik jari,” ujarnya dilansir Kompas TV.
Safaruddin mengatakan, Komisi III DPR RI juga telah memberikan sikap untuk kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.
“Setidaknya ada 6 poin yang pada intinya Komisi III DPR RI meminta Polri untuk berani mengungkap secara transparan, profesional, dan akuntabel,” ucapnya. ***



