Budayawan: Hati-hati dengan Pejabat Wajah Ndeso Seperti Jokowi! - Mabur.co

Budayawan: Hati-hati dengan Pejabat Wajah Ndeso Seperti Jokowi!

Mabur.co – Budayawan, Mohamad Sobary, mengingatkan pentingnya masyarakat agar tidak tertipu dengan tampang ndeso dari para pejabat yang sedang berkuasa di pemerintahan. Baik itu di tingkat Bupati/Walikota, Gubernur, termasuk hingga Presiden.

Ia pun sedikit flash back sepak terjang Jokowi di bidang pemerintahan, sejak menjadi Walikota Solo pada 2005 lalu, hingga menjadi Kepala Negara atau Presiden hingga akhir 2024 silam.

Menurut Sobary, sosok pejabat berwajah ndeso seperti Jokowi patut diwaspadai.

Karena melalui citra yang merakyat (ditandai dengan wajah ndeso) itulah, pejabat sejatinya sedang memainkan peran politiknya di balik layar, yang sebagian besar hanya mementingkan urusannya sendiri (bukan kepentingan rakyat).

“Cara dia (Jokowi) memainkan peran politiknya itu menggunakan wajahnya yang kampung itu, yang sering digambarkan naif, sederhana, ditambah artikulasi kebahasaannya yang juga terkesan kampung.

Semua itu dilakukan supaya orang percaya, bahwa dia itu orangnya sederhana, dan benar-benar bekerja untuk rakyat. Padahal yang terjadi dia itu sebenarnya bekerja untuk dirinya sendiri,” ungkap Sobary seperti dilansir dari kanal YouTube SINDOnews, Senin (23/3/2026).

Sobary menggambarkan, dengan tampilan yang ndeso atau kampung seperti itu, seorang pejabat akan lihai menampilkan sisi lain dirinya, yang tidak selalu tersorot oleh media maupun kacamata publik secara keseluruhan.

Sehingga di situlah letak berbahayanya seorang pejabat, manakala ia telah dianggap “sempurna” oleh rakyatnya.

Padahal di saat yang bersamaan, ia terus menyusun strategi-strategi politik baru, untuk dapat mempertahankan kekuasaannya.

Bahkan Sobary beranggapan, selama lebih dari 10 tahun terakhir, Indonesia seperti tidak memiliki pemimpin sama sekali.

Hal itu disebabkan karena pemimpin yang berkuasa saat itu (Jokowi) hanya berusaha untuk mementingkan dirinya sendiri beserta keluarga dan dinasti politiknya, tanpa benar-benar serius bekerja untuk kepentingan rakyat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *