Mabur.co- Museum Monumen Yogya Kembali atau yang lebih dikenal dengan Monjali merupakan sebuah museum yang terletak di Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman.
Kabid Operasional Monjali, Nanang Dwinarto menjelaskan, museum ini mulai dibangun pada 29 Juni 1985 dan diresmikan pada 6 Juli 1989 oleh Presiden Soeharto.
“Museum ini didirikan dengan tujuan untuk memperingati peristiwa sejarah ditariknya tentara kolonial Belanda dari Ibu Kota Yogyakarta pada 29 Juni 1949, yang sekaligus juga menjadi penanda berfungsinya kembali Kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia yang direbut dari penjajah Belanda. Gagasan awal pendirian Museum Monjali disampaikan oleh Kolonel Sugiarto dalam peringatan Yogya Kembali yang diselenggarakan pada 29 Juni 1983,” ucapnya, Sabtu (28/3/2026).
Nanang mengatakan, keunikan Museum Monjali terletak pada struktur bangunannya. Bangunan Monjali berbentuk kerucut yang terdiri dari 3 lantai.
Bentuk bangunan yang unik ini sangat ikonik dan telah menjadi ciri khas dari Museum Monjali. Selain itu, keunikan lain dari Museum Monjali adalah bangunan induk museum yang dikelilingi oleh kolam ikan.
“Adanya kolam ini berfungsi sebagai pengaman yang menurut tradisi diartikan sebagai penolak segala sesuatu yang bersifat jahat. Selain itu, air kolam juga dapat diartikan sebagai lambang kesucian. Harapannya dengan melewati kolam ikan sebelum memasuki bangunan induk, para pengunjung merasa lebih tenang sehingga dapat lebih mudah untuk memahami berbagai ilmu dan suri tauladan dari para pahlawan yang didapat selama berkunjung ke Museum Monjali,” katanya.
Nanang mengatakan, pada libur Lebaran tahun ini, Museum Monumen Yogya Kembali atau Museum Monjali menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipilih oleh banyak orang.
“Banyak wisatawan yang memilih untuk menghabiskan waktu libur Lebaran bersama keluarga dan sanak saudaranya dengan berkunjung sekaligus belajar sejarah di Museum Monjali. Oleh karena itu, tidak heran apabila kunjungan ke Museum Monjali pada libur Lebaran kali ini banyak didominasi oleh rombongan keluarga yang memilih untuk mengisi waktu libur lebaran mereka dengan berkunjung ke Museum Monjali,” katanya.
Nanang mengatakan juga, memang tidak bisa dipungkiri bahwa apabila kurang lengkap rasanya ke Yogyakarta tanpa berkunjung ke Museum Monjali.
Hal ini dikarenakan Museum Monjali menyimpan banyak kisah sejarah yang berkaitan dengan sejarah nasional yang terjadi di seputar wilayah Yogyakarta, khususnya pada masa perang revolusi.
“Seperti namanya, Museum Monjali banyak menyimpan dan menceritakan kisah-kisah sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang terjadi di seputar peristiwa Yogya Kembali,” katanya.
Salah seorang pengunjung asal Magelang, Fitriani, menuturkan, mengunjungi Monjali untuk lebih dapat mengenal peristiwa lampau pada perjuangan Indonesia.
“Kunjungan ke Monjali berkesan, karena memberikan cerita sejarah yang mudah dimengerti,” ujarnya. ***



