Mabur.co – Indonesia kembali menghadirkan Paviliun Indonesia dalam ajang Pameran Seni Internasional ke-61 La Biennale di Venezia 2026 di Venesia, Italia.
Sebanyak tujuh seniman lintas generasi dilibatkan untuk menampilkan karya berbasis seni cetak grafis atau printmaking.
Venice Biennale sendiri merupakan salah satu ajang seni kontemporer paling bergengsi dan terbesar di dunia yang diikuti seniman, kurator, serta negara-negara dari berbagai belahan dunia.
Acara yang digelar dua tahunan di kota Venice itu menjadi ruang pertukaran gagasan seni, budaya, dan perkembangan artistik global.
Keikutsertaan Indonesia dalam ajang Venice Beinnale edisi ke-61 tahun 2026, ini merupakan bagian dari diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan seni rupa Nusantara di panggung internasional.
Mengusung tema “Printing the Unprinted”, para seniman Indonesia menghadirkan narasi tentang sejarah, identitas, ingatan, hingga imajinasi masa depan Nusantara melalui berbagai medium artistik.
Ketujuh seniman yang terlibat yakni Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agustina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin.
Melalui karya yang dipamerkan, para seniman mengeksplorasi proses penciptaan seni sebagai ruang perjumpaan, pertukaran gagasan, dan pembacaan ulang terhadap sejarah serta budaya Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan tema “Printing the Unprinted” menjadi perayaan atas kekuatan imajinasi yang melampaui batas-batas realitas.
“Melalui karya-karya yang ditampilkan di paviliun ini, para seniman Indonesia menghadirkan narasi-narasi imajinatif yang mengisi ruang-ruang yang belum tercatat, suara-suara yang belum terdengar, ingatan yang terlupakan, dan masa depan yang belum pernah dibayangkan,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (9/5/2026).
Secara konseptual, pameran ini berangkat dari narasi fiksi tentang pelayaran besar abad ke-15 yang terinspirasi dari manuskrip imajiner Datu Na Tolu Hamonangan dari Harajaon Pusuk Buhit di Sumatra.
Kurator Paviliun Indonesia, Aminudin TH Siregar, memilih Scuola Internazionale di Grafica sebagai lokasi pameran karena memiliki kedekatan dengan praktik seni grafis, cetak, dan produksi artistik berbasis proses.
Selain menampilkan karya seni utama, Paviliun Indonesia juga menghadirkan program residensi seniman, diskusi seni, lokakarya, hingga simposium untuk memperluas jejaring seni Indonesia di tingkat internasional.
Paviliun Indonesia sendiri berlokasi di Scuola Internazionale di Grafica, Cannaregio 1798, Venesia, dan akan berlangsung mulai 9 Mei hingga 22 November 2026 mendatang.




