Indonesia Resmi Pinjamkan Komodo ke Jepang, Apa Tujuannya? - Mabur.co

Indonesia Resmi Pinjamkan Komodo ke Jepang, Apa Tujuannya? 

Mabur.co– Di era globalisasi, hubungan antarnegara tidak lagi hanya berbicara soal ekonomi, politik, atau militer.

Kini, alam pun ikut ambil bagian dalam diplomasi.

Salah satu bentuk paling menarik adalah diplomasi satwa liar, sebuah praktik kerja sama antarnegara yang melibatkan pertukaran atau peminjaman hewan langka untuk tujuan konservasi, penelitian, maupun edukasi.

Isu terbaru yang menyita perhatian publik adalah rencana Indonesia untuk meminjamkan komodo ke Jepang dalam rangka program pengembangbiakan.

Komodo bukan sekadar hewan. Komodo adalah simbol kebanggaan nasional, makhluk purba yang hanya hidup alami di wilayah tertentu di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur.

Langkah ini tentu tidak sederhana. Langkah yang diambil Indonesia bisa menyentuh berbagai aspek yakni konservasi, etika, nasionalisme, hingga diplomasi internasional.

Pejabat konservasi Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menjelaskan bahwa satu komodo jantan dan satu betina akan dikirim ke kebun binatang di Shizuoka.

“Sebagai imbalannya, prefektur tersebut akan mengirimkan beberapa hewan ke Indonesia, termasuk panda merah dan jerapah,” kata Ahmad, dilansir dari Reuters, Kamis (2/4/2026).

Sementara itu, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni mengatakan, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang, secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama perlindungan dan konservasi satwa liar dengan fokus pada program breeding loan komodo (Varanus komodoensis).

“Kerja sama ini bukan sekadar pertukaran satwa, melainkan bagian dari Diplomasi Hijau (Green Diplomacy) komitmen jangka panjang Indonesia dalam menjaga warisan biodiversitas dunia,” ujar Raja Juli Antoni, dikutip dari Kehutanan.go.id.

Raja Juli menekankan bahwa program breeding loan juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat edukasi publik dan meningkatkan kesadaran internasional terhadap pentingnya konservasi.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui perjanjian implementasi antara lembaga konservasi di Indonesia dan Prefektur Shizuoka, yaitu antara iZoo dan Kebun Binatang Surabaya.

“Termasuk pengaturan teknis terkait pemeliharaan, transportasi, serta pengawasan satwa,” ucapnya.

Raja Juli menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan program akan dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional maupun standar internasional.

“Melalui kemitraan ini, Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kepemimpinan global di bidang konservasi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat diplomasi lingkungan sebagai bagian dari kontribusi terhadap keberlanjutan alam di tingkat nasional dan global,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *