Mabur.co – Mungkin Anda sudah sering mendengar ungkapan “sehat itu mahal harganya”, baik di televisi, koran, majalah, media sosial, dan lain sebagainya.
Ungkapan itu terdengar cukup sederhana, namun sebenarnya memiliki makna yang sangat mendalam.
Seseorang biasanya cenderung abai dan bersikap “bodo amat” terhadap kesehatan dirinya sendiri, manakala dirinya masih sehat (terutama saat masih muda).
Namun saat penyakit mulai menyerang dirinya sedikit demi sedikit, kesehatan justru menjadi sesuatu yang paling ia dambakan di dalam hidupnya.
Padahal, saat masih sehat, ia lebih banyak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang didapatkan, dengan melakukan berbagai aktivitas yang justru berpotensi merusak kesehatan itu sendiri. Seperti mengkonsumsi alkohol, makanan berlemak, kurang gerak atau berolahraga, terlalu sering rebahan, dan seterusnya.
Binaragawan legendaris Ade Rai pun ikut mengamini pepatah tersebut. Karena menurutnya, orang Indonesia sejatinya bisa hidup sampai berusia 100 tahun, jika benar-benar menerapkan pola hidup sehat secara konsisten setiap harinya.
Ketika sudah terkena penyakit, orang-orang seolah rela kehilangan puluhan juta begitu saja (berobat ke Rumah Sakit dan lain-lain), hanya untuk mendapatkan sesuatu yang sebenarnya sudah pernah didapatkan beberapa waktu sebelumnya.
Ade Rai pun menyebutnya sebagai perilaku paling konsumtif dari seorang manusia. Karena dia harus rela membayar biaya pengobatan yang begitu mahal (jika tidak dibantu oleh BPJS atau Asuransi), dengan jaminan yang juga belum jelas hasilnya akan seperti apa.
Narasi tersebut mirip seperti pepatah lainnya, yakni “sudah jatuh tertimpa tangga”, yang artinya sudah sakit, eh berobat sedemikian mahal pun belum tentu menghasilkan sesuatu yang sebenarnya sudah pernah didapatkan sebelumnya (sehat).
Di sinilah pentingnya memelihara kesehatan sejak dini, atau sejak badan masih terasa sehat. Tidak perlu menunggu sakit terlebih dahulu atau semacamnya. Aksi ini lebih dikenal dengan sebutan “pencegahan” (memelihara kesehatan yang sudah dimiliki), ketimbang “pengobatan” (mengobati badan yang sudah sakit).
DIlansir dari laman Hello Sehat, Minggu (24/5/2026), berikut adalah beberapa langkah “pencegahan” yang bisa dilakukan untuk memelihara kesehatan, alih-alih “mengobati” saat sudah terlanjur sakit.
1. Investasi Pencegahan
Untuk dapat memelihara kesehatan, Anda perlu melakukan investasi pencegahan secara rutin, yang bisa dilakukan melalui beberapa cara. Diantaranya rutin melakukan check-up ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat, rutin melakukan suntuk vaksinasi, mendaftarkan diri pada Asuransi kesehatan terpercaya, memelihara lingkungan sekitar agar terbebas dari kotoran dan debu (yang bisa menjadi sarang penyakit), dan seterusnya.
2. Pola Hidup Sehat
Tak bisa dipungkiri lagi, pola hidup sehat adalah langkah pencegahan terbaik untuk dapat memelihara kesehatan. Anda bisa menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan olahraga teratur, tidur cukup, dan mengelola emosi (stres dan lain sebagainya).
Selain itu, aturlah makanan dan minuman yang masuk ke mulut Anda, seleksi secara ketat setiap kandungan kalori di dalamnya, sebelum nantinya dikonsumsi atau tidak.
3. Nutrisi Seimbang
Masih terkait dengan poin sebelumnya, Anda juga perlu mengatur jumlah nutrisi yang masuk ke dalam mulut Anda secara seimbang dan proposional.
Anda tidak bisa memasukkan semua makanan yang Anda sukai ke dalam mulut, karena itu jelas tidak baik untuk kesehatan Anda sendiri.
Anda juga bisa berkonsultasi lebih lanjut ke dokter, untuk mengetahui panduan konsumsi pemenuhan gizi harian. Karena setiap orang umumnya memiliki kadar pemenuhan gizi yang berbeda-beda, dan tidak bisa digeneralisir begitu saja.
***
Namun jika Anda sudah terlanjur sakit, tidak ada salahnya untuk tetap menerapkan pola “pencegahan” seperti yang telah disebutkan di atas.
Namun sebelum menuju ke sana, hendaknya Anda bisa mengobati penyakit Anda terlebih dahulu, dan usahakan setelah itu tidak lagi “membeli” sesuatu yang sudah pernah Anda dapatkan sebelumnya, yakni kesehatan diri Anda sendiri. (*)