Ironi, Tepat HUT PSSI, Pemain Timnas Indonesia U-17 Diduga Lakukan Tendangan Kungfu ke Lawan - Mabur.co

Ironi, Tepat HUT PSSI, Pemain Timnas Indonesia U-17 Diduga Lakukan Tendangan Kungfu ke Lawan

Mabur.co- Media sosial dihebohkan oleh insiden dugaan aksi kekerasan berupa “tendangan kungfu” yang melibatkan Fadly Alberto dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025/2026.

Peristiwa itu terjadi saat laga Bhayangkara FC melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Aksi tidak sportif terjadi setelah pertandingan, ketika seorang pemain Bhayangkara melakukan tendangan keras ke arah perut pemain Dewa United.

Namun, suasana pascalaga justru memanas dan berujung pada keributan antarpemain. Awalnya hanya terjadi adu mulut, namun situasi berubah menjadi lebih panas ketika salah satu pemain Bhayangkara FC U-20 berlari ke arah pemain Dewa United U-20.

Momen kekerasan ini, ironisnya, terjadi tepat di HUT PSSI ke-96 pada tanggal 19 April.

Ketua Komdis PSSI, Umar Husein, mengatakan  belum bisa berkomentar terkait kasus pemain Bhayangkara FC U-20 Fadly Alberto yang melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20. Pihaknya masih menunggu laporan resmi dari League.

Umar, mengatakan, sudah mengetahui persoalan tersebut. Akan tetapi, dia belum bisa berbicara dengan detail untuk saat ini karena perlu berproses dalam sidang Komdis PSSI.

“Kami belum bisa berkomentar terkait hal itu (terkait sanksi). Sanksi harus sidang lebih dahulu,” katanya dilansir iNews, Senin (20/4/2026).

Sementar itu, Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, mengingatkan bahwa sepakbola adalah salah satu alat pemersatu bangsa.

“Perjalanan perjuangan klub pendiri luar biasa, dan dengan hari ini PSSI masih ada. Awal bagaimana PSSI berdiri tentu tidak mudah. Pada saat itu 96 tahun lalu, bagaimana mempersatukan klub-klub daerah, makanya dulu itu nama klub selalu ada kata persatuan. Kita sebagai masyarakat sepak bola ya harus bersatu. Bertanding hanya 2×45 menit. Setelah itu ya kembali guyup lagi, bersatu lagi sebagai keluarga sepak bola, sebagai warga Indonesia,” ungkap Zainudin, dilansir dari laman PSSI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *