Semakin Canggih, Ini Berbagai Modus Kecurangan Tes Masuk PTN - Mabur.co

Semakin Canggih, Ini Berbagai Modus Kecurangan Tes Masuk PTN

Mabur.co – Seperti tak ada habisnya, persoalan kecurangan tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri kembali terjadi di tahun 2026 ini. 

Dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2026), pihak Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 bahkan menemukan sejumlah praktik kecurangan dengan modus terbaru di sejumlah lokasi.

Dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) yang digelar serentak mulai Selasa (21/4/2026), panitia tercatat menemukan kasus kekurangan sedikitnya di 4 lokasi.

Mulai dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UPN Veteran Jawa Timur, hingga Universitas Negeri Malang (UM).

Modus kecurangan yang ditemukan pun beragam. Baik itu praktik perjokian yang sudah umum terjadi hingga penggunaan alat canggih yang diselundupkan dalam ruang ujian.

Sejatinya, praktik kecurangan dalam SNPBM dengan beragam modus ini sudah terjadi sejak beberapa dekade silam. Namun seiring ketatnya proses pengawasan, kini modusnya pun semakin canggih dan beragam.

Jika dulu praktik perjokian dilakukan secara manual dengan hanya mengganti peserta ujian, kini cara ini sudah semakin canggih. Bahkan hingga melakukan modifikasi data seperti mengubah foto agar tidak terlacak sistem hingga mengubah data peserta di sekolah asal. 

Selain praktik perjokian, panitia SNMPB juga menemukan praktek kecurangan lainnya yakni penggunaan alat bantu komunikasi. Jika dulu modus ini digunakan menggunakan handphone atau headset biasa, kini peralatannya sudah semakin canggih. 

Terbaru adalah penggunaan earphone berukuran sangat kecil yang dipasang di lubang telinga. Saking tersembunyinya, perangkat ini bahkan sampai tidak terdeteksi oleh pihak panitia. 

Tak hanya itu, untuk melepaskan alat bantu ini pelaku bahkan sampai harus dibawa ke dokter THT untuk menjalani operasi kecil denhan alat khusus.

Sebenarnya demi mencegah adanya praktik kecurangan ini, pihak panitia sudah melakuoan berbagai upaya. 

Mulai dari merekrut ribuan pengawas, mengacak lokasi ujian, hingga melakukan scrining atau pemeriksaan peserta secara berlapis termasuk menggunakan alat metal detector sebelum tes dimulai. 

Namun nyatanya upaya ini tetap tak membuat praktek kecurangan berhenti. Bahkan kini praktek kecurangan tes SNPBN sudah menjadi semacam bisnis dan dilakukan oleh jaringan atau sindikat tertentu yang melibatkan banyak orang secara terorganisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *