AHY Kecewa Keterlambatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo - Mabur.co

AHY Kecewa Keterlambatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo

Mabur.co – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau proses pembangunan Sekolah Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/4/2026) hari ini. 

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan program strategis pemerintah Prabowo Subianto berjalan tepat waktu sesuai target yang ditetapkan.

Dalam kunjungan itu sendiri, AHY nampak berkeliling ke kawasan lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat seluas 7,1 hektar bertempat di Dusun Wonolopo, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo. 

AHY menyebut sampai saat ini progres pembangunan Sekolah Rakyat satu-satunya di DIY ini telah mencapai 38 persen dan mengalami keterlambatan atau devisiasi sekitar 4,3 persen.

Melihat hal itu, ia pun mendorong pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan upaya percepatan pembangunan agar bisa mengejar target pemerintah, yakni selesai pada bulan Juni dan bisa digunakan pada awal tahun ajaran baru Juli 2026.

“Perlu kita dorong lagi. Karena ada sedikit keterlambatan. Ini yang sedang kita kejar. Agar bisa mengejar timeline selesai di bulan Juni 2026,” katanya.

Group of construction workers wearing white hard hats and bright safety vests at a construction site.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo (Foto: JH Kusmargana)

AHY sendiri menyebut Sekolah Rakyat di Kulon Progo ini nantinya akan menjadi kompleks sekolah terintegrasi mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. 

Dibangun dengan dana mencapai Rp214 miliar, Sekolah Rakyat ini akan bisa menampung sekitar 1080 siswa serta sekitar 1200 guru maupun pegawai.

Tak hanya bangunan gedung sekolah, kompleks sekolah rakyat ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung lainnya termasuk kantin hingga lapangan olahraga seperti lapangan basket, sepak bola dan lain-lain.

Pada proses pembangunan Sekolah Rakyat tahap II tahun 2026 sendiri AHY menyebut total ada sekitar 104 sekolah yang dibangun di seluruh Indonesia.

Nantinya sekolah rakyat ini akan dikhususkan bagi siswa dari keluarga prasejahtera atau siswa kurang mampu.  

“Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di berbagai daerah di Indonesia.  Hal ini sesuai visi misi presiden Prabowo Subianto. Anak-anak kurang mampu bisa bersekolah di sini agar tidak membebani keluarga. Semuanya gratis mulai dari seragam, makan, asrama, dan lain-lain,” katanya.

Dalam kesempatan itu, AHY pun mendorong serta mengajak semua pihak termasuk pimpinan pemerintah daerah agar turut mengawal pembangunan sekolah rakyat ini sehingga bisa selesai tepat waktu dan difungsikan sebagaimana mestinya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *