Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Dikebut, 925 Pekerja Dikerahkan - Mabur.co

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Dikebut, 925 Pekerja Dikerahkan

Mabur.co – Pelaksana proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo mengerahkan puluhan tenaga kerja tambahan untuk merampungkan proses pembangunan yang ditargetkan selesai bulan Juni 2026 mendatang.

Sebanyak 85 tenaga keraja baru dari luar daerah seperti Pati hingga Purwodadi bahkan harus didatangkan untuk memperbanyak jumlah pekerja sehingga totalnya mencapai 925 orang. 

“Secepatnya kita akan menambah tenaga kerja sehingga totalnya menjadi 925 orang. Saat ini jumlah tenaga kerja ada sebanyak 840 orang,” ujar Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Haryo Satriyawan, Jumat (24/04/2026).

Pengerahan tenaga kerja tambahan itu dilakukan guna mengejar keterlambatan atau deviasi progres pembangunan yang mencapai 4,3 persen. Saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat seluas 7,1 hektar di Kulon Progo sendiri baru mencapai 38 persen. 

Padahal hanya dalam kurun waktu sekitar 1 bulan lagi, atau bulan Juni, seluruh proses pembangunan Sekolah Rakyat ini ditargetkan sepenuhnya rampung. Sehingga bisa digunakan untuk para siswa di awal tahun ajaran sekolah baru bulan Juli mendatang.

“Makanya kami upayakan agar jumlah pekerja bisa menjadi 925 orang agar target pembangunan bisa tercapai,” imbuhnya.

Untuk bisa mencapai target waktu tersebut, pihak pelaksana proyek sendiri mengaku mengumpulkan seluruh tenaga kerja selama 14 jam per hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 22.00 malam.

Construction site with workers, excavators, steel frames, and trucks against a forest backdrop
Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Wonolopo, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Tak hanya itu seluruh tenaga kerja atau pelaksana proyek semuanya juga diharuskan menginap di sekitar lokasi, agar bisa fokus menyelesaikan pembangunan. 

“Dari 840 tenaga kerja, sekitar 220 tenaga kerja atau 25 persennya merupakan warga lokal Kulon Progo. Sementara tenaga kerja lainnya berasal dari berbagai daerah di sekitar DIY,” ungkapnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sendiri menyebut Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo menjadi sekolah rakyat satu-satunya di DIY.

Menempati lahan seluas 7,1 hektar di Dusun Wonolopo, Gulurejo, Lendah, Sekolah Rakyat ini nantinya akan menjadi kompleks sekolah terintegrasi mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. 

Dibangun dengan dana mencapai Rp214 miliar, Sekolah Rakyat ini akan bisa menampung sekitar 1080 siswa serta sekitar 1200 guru maupun pegawai.

Tak hanya bangunan gedung sekolah, kompleks sekolah rakyat ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung lainnya termasuk kantin hingga lapangan olahraga seperti lapangan basket, sepak bola, dan lain-lain.

Nantinya sekolah rakyat ini akan dikhususkan bagi siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera atau siswa kurang mampu. Di sekolah ini mereka berhak mendapatkan pendidikan dengan berbagai fasilitas secara gratis.

“Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di berbagai daerah di Indonesia.  Hal ini sesuai visi misi Presiden Prabowo Subianto,” katanya di sela acara peninjauan di Sekolah Rakyat Kulon Progo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *