Anies Baswedan: Pejabat Harus Mau Dikoreksi Rakyat, Karena Itu Pakai Uang Mereka - Mabur.co

Anies Baswedan: Pejabat Harus Mau Dikoreksi Rakyat, Karena Itu Pakai Uang Mereka

Mabur.co – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menyampaikan pandangannya terkait apa yang menjadi keresahan publik saat ini, ketika setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah justru dianggap sebagai ancaman, dituduh “antek-antek asing”, dilaporkan ke polisi, disiram air keras, dan seterusnya.

Sebagai sosok yang pernah menjadi DKI 1 selama kurun 2017 hingga 2022 silam, Anies paham betul bahwa menjadi seorang pejabat harus bersedia dikoreksi oleh rakyatnya sendiri.

Apalagi rakyat adalah pihak yang turut membiayai pembangunan di daerah, sekaligus membayar gaji para pejabat itu sendiri, baik melalui sumbangan pajak dan seterusnya.

Sehingga “haram” hukumnya bagi para pejabat, untuk merasa tersinggung atau marah kepada rakyatnya sendiri. Karena jabatan yang mereka emban adalah amanah dari rakyat, dan juga dibiayai oleh rakyat.

“Rakyat mengkoreksi (kinerja pejabat) kok nggak boleh? Ini kan bukan uang dia (pejabat). Karena ini bukan uang dia, dia tidak boleh marah atau tersinggung pada orang (rakyat) yang mengkoreksi dan mengkritik. Nggak boleh!” tegas Anies saat mengisi kuliah umum di Kampus UMSIDA 1912 Sidoarjo, Jawa Timur, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube UMSIDA 1912, belum lama ini.

Anies pun berpesan kepada seluruh hadirin dalam sesi kuliah umum tersebut, agar tidak perlu takut untuk terus mengkritik pemerintah maupun pejabat yang sedang berkuasa.

Karena lagi-lagi, setiap kebijakan yang dikeluarkan adalah demi kepentingan mereka (rakyat) sendiri. Sehingga rakyat berhak untuk menagihnya kepada “bawahannya” tersebut.

“Jangan pernah takut untuk mengkritik, jangan pernah takut untuk mengkoreksi. Jangan pernah takut! Teruslah kritik para pejabat yang sedang berkuasa,” sambung Anies.

Terkait intimidasi yang kerap dialami oleh para pengkritik pemerintah, Anies pun meminta agar oknum-oknum tersebut diintimidasi (diserang) balik. Salah satunya dengan cara menanyakan “emang kamu disuruh siapa?”, “yang bayar para pejabat itu siapa?”, “Uang mereka (pemerintah) itu berasal dari pajak saya!”, dan seterusnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *