Mabur.co- Dunia pendidikan akan berdampak buruk, pasalnya sudah memasuki akhir April 2026, ratusan tenaga PPPK Paruh Waktu (PW) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, masih belum juga menerima gaji dari Januari 2026 hingga kini.
Gaji mereka yang tertahan tersebut, jelas akan membawa dampak yang kurang baik dalam dunia pendidikan.
Jangankan guru-guru dan pegawai PPPK lain malas-malasan menjalankan tugasnya, anak-anak didik pun akan gelisah melihat nasib gurunya menerima perlakuan tidak baik dari atasannya.
Kondisi itu kini mulai memunculkan keresahan di kalangan guru dan tenaga kependidikan yang setiap hari tetap menjalankan tugas di sekolah meski hak mereka belum dibayarkan.
Sedikitnya tercatat 161 orang PPPK Paruh Waktu terdampak.
Mereka terdiri dari guru, tenaga tata usaha, penjaga sekolah hingga tenaga keamanan sekolah yang tersebar di sejumlah SD, SLTP dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira, membenarkan, hingga saat ini gaji PPPK Paruh Waktu memang belum dapat dibayarkan.
“Kondisi ini bukan karena kelalaian, tetapi adanya kendala pada aspek penganggaran,” ujarnya dilansir rri.co.id, Senin (27/4/2026).
Nalfira menjelaskan, pada tahun sebelumnya pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu dilakukan melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
“Kebijakan tersebut berubah setelah terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2026 yang mengatur dana BOSP tidak lagi dapat digunakan untuk membiayai gaji aparatur sipil negara (ASN), termasuk PPPK Paruh Waktu,” ungkapnya.
Nalfira mengatakan, perubahan regulasi tersebut berdampak langsung pada pengalokasian anggaran.
Akibatnya pemerintah daerah belum memasukkan kebutuhan gaji PPPK Paruh Waktu dalam APBD Tahun Anggaran 2026 pada saat penetapan anggaran.
“Kami langsung mengambil langkah cepat dengan mengusulkan pembayaran gaji melalui mekanisme pergeseran anggaran. Proses ini sedang kami tindak lanjuti bersama pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.



