Syarat Kesehatan Diperketat, 7 Jemaah Haji DIY Gagal Berangkat ke Tanah Suci - Mabur.co

Syarat Kesehatan Diperketat, 7 Jemaah Haji DIY Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Mabur.co — Sebanyak 7 calon jemaah haji asal Embarkasi Yogyakarta gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Keberangkatan mereka terpaksa ditunda karena dinilai belum memenuhi syarat kemampuan berhaji atau istitaah.

Jumlah jemaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo ini meningkat dari sebelumnya yang tercatat 3 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji, Daerah Istimewa Yogyakarta, Silvi Rosetti, mengatakan, 7 jemaah yang gagal berangkat tersebut tercatat terjadi sejak Embarkasi Yogyakarta mulai beroperasi pada 21 April 2026.

“Hingga saat ini, ada tujuh jemaah yang keberangkatannya ditunda karena belum memenuhi syarat istitaah,” kata Silvi di Embarkasi YIA Kulon Progo, Jumat (1/5/2026).

Menurut Silvi, kondisi kesehatan menjadi alasan utama penundaan keberangkatan. Beberapa jemaah diketahui menderita penyakit yang berpotensi mengganggu pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

“Penyakit yang dialami antara lain gangguan jantung dan demensia. Ada juga jemaah yang memilih menunda keberangkatan karena pasangannya turut ditunda,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Yogyakarta, Jauhar Mustofa, menjelaskan bahwa kebijakan penundaan bagi jemaah yang tidak memenuhi syarat istitaah merupakan ketentuan dari otoritas penyelenggara haji Arab Saudi.

Tahun ini syarat tes kesehatan setiap jemaah diperketat untuk memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan lancar. Sehingga meminimalisir risiko meninggalnya jemaah haji di Arab Saudi.

“Tahun lalu, lebih dari 400 jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci. Karena itu, aspek kesehatan menjadi perhatian utama,” kata Jauhar.

PPIH Embarkasi Yogyakarta akan terus memantau kondisi kesehatan para jemaah yang keberangkatannya ditunda. Jika kondisi mereka membaik sebelum kloter terakhir diberangkatkan, mereka berpeluang diberangkatkan pada kelompok terbang berikutnya.

“Apabila memenuhi syarat sebelum kloter terakhir berangkat, mereka akan diikutkan pada kloter selanjutnya,” ujar Jauhar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *