Mabur.co – Puluhan warga RT 16 Padukuhan Gendol, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, bergotong royong memperbaiki jalan desa yang berada tepat di kampung mereka, Kamis (14/5/2026).
Perbaikan jalan desa yang semestinya menjadi tanggung-jawab pemerintah ini justru dilakukan oleh warga RT 16 Padukuhan Gendol secara swadaya.
Warga mengaku patungan hingga berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp20 juta. Dana itu kemudian digunakan untuk membeli material semen beton untuk memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan parah.
Ketua RT 16 Padukuhan Gendol, Sukamto, mengatakan, inisiatif tersebut dilakukan karena warga sudah jenuh melihat kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah sehingga membahayakan pengguna.
Terlebih kerusakan jalan itu sudah berlangsung selama puluhan tahun dan tak kunjung diperbaiki pemerintah. Bahkan sejak pertama kali dibangun sekitar 25 tahun lalu, jalan itu belum pernah tersentuh perbaikan pemerintah.
“Sudah hampir 25 tahun jalan ini rusak. Proposal perbaikan sudah berkali-kali diajukan, namun belum pernah ada realisasinya. Akhirnya warga sepakat memperbaiki sendiri secara swadaya,” kata Sukamto, saat dijumpai mabur.co.

Jalan raya Gendol itu sendiri memanjang kurang lebih sejauh 4 kilometer. Jalan ini sangat vital karena merupakan akses utama warga untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Sekaligus juga merupakan jalur penghubung antarwilayah di kawasan tersebut.
Jalan Rusak Parah, Kerap Terjadi Kecelakaan
Menurut warga, kerusakan jalan sudah sangat parah. Dimana aspal sudah seluruhnya mengelupas bahkan sebagian longsor dan amblong. Kerusakan itu pun kerap menyebabkan terjadinya kecelakaan, terutama saat musim hujan karena kondisi jalan licin dan berlubang.
Dukuh Gendol, Sahfitri, menyebut akibat kerusakan jalan itu banyak pengendara motor yang kerap terjatuh saat melintasi jalan tersebut. Bahkan tak sedikit yang harus dirawat di rumah sakit akibat mengalami cidera.
“Sering ada warga jatuh dari motor karena jalannya rusak dan licin. Bahkan pernah ada ibu hamil muda yang keguguran setelah terjatuh saat melintas di jalan ini,” ujarnya.
Dari total panjang jalan rusak sekitar 600 meter, warga saat ini baru mampu memperbaiki sekitar 100 meter karena keterbatasan dana. Mayoritas warga yang ikut gotong royong bekerja sebagai petani dan menyumbangkan dana secara sukarela dari uang pribadi mereka.
Warga sendiri mengaku akan terus melakukan penggalangan dana untuk melanjutkan perbaikan sisa jalan yang masih rusak sambil berharap ada bantuan dari pemerintah.




