Gaya Hidup Kini Serba Cepat, Goweser Wasana Ingatkan Jaga Budaya Bersepeda - Mabur.co

Gaya Hidup Kini Serba Cepat, Goweser Wasana Ingatkan Jaga Budaya Bersepeda

Mabur.co- Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah Indonesia semakin sering menggalakkan usaha untuk mengembalikan budaya bersepeda di negeri ini.

Berbagai cara dilakukan untuk menarik perhatian dan minat masyarakat untuk meninggalkan kendaraan bermotor pribadi mereka dan beralih ke kendaraan roda dua ini.

Alasannya bukan lain salah satunya adalah untuk mengurangi polusi udara yang semakin membahayakan, terutama di kota-kota besar.

Selain itu, penggunaan sepeda yang lebih marak diharapkan bisa meminimalkan kemacetan yang semakin lama semakin menjadi momok bagi banyak kota di Indonesia.

Pola Hidup Sehat

Wasana, warga Kayen, Condongcatur, Depok Sleman, mengatakan, di tengah kemajuan zaman, di tengah arus gaya hidup serba cepat, sangat penting menjaga budaya bersepeda sebagai bagian dari pola hidup sehat dan kebersamaan warga.

“Menjaga kebiasaan sederhana seperti bersepeda bisa menjadi cara efektif untuk merawat kesehatan, lingkungan, dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai mabur.co, Sabtu (23/5/2026).

Wasana, pesepeda yang rutin gowes setiap Sabtu dan Minggu, melihat perubahan kebiasaan masyarakat yang cukup mencolok.

Menurutnya, budaya “satu rumah lima kambing” yang dulu akrab di kampung, kini berganti menjadi “satu rumah lima motor”.

“Dulu jarak dekat jalan kaki atau gowes itu biasa. Sekarang 500 meter ke warung saja pakai motor. Praktis memang, tapi tubuh jadi jarang gerak,” ucapnya.

Wasana menilai, keinginan masyarakat untuk serba instan memang wajar di era modern. Namun, kebiasaan ini jika tidak diimbangi aktivitas fisik dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.

Ia menyebut, banyak teman sebayanya yang belum berusia 40 tahun sudah mengalami keluhan seperti asam urat, kolesterol, dan gula darah tinggi.

Sementara dirinya yang rutin bersepeda merasa tubuh lebih bugar, tidur lebih nyenyak, dan pikiran lebih segar.

“WHO saja menganjurkan minimal 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu. Kalau semua jarak dekat diselesaikan pakai motor, kapan tubuh kita bergerak?” katanya.

Wasana mengatakan, bersepeda bukan hanya soal menjaga kebugaran. Aktivitas ini juga membantu menghemat pengeluaran bensin, mengurangi polusi udara, dan menjaga silaturahmi warga.

“Dulu kalau ke pasar atau balai desa jalan kaki atau gowes, sempat ngobrol di jalan. Sekarang semua buru-buru. Silaturahmi pelan-pelan berkurang,” jelasnya.

Wasana menegaskan tidak anti-terhadap motor. Menurutnya, kendaraan bermotor tetap penting untuk jarak jauh.

Namun untuk jarak dekat, budaya jalan kaki dan bersepeda layak dihidupkan kembali.

“Mari terutama yang memiliki waktu luang di akhir pekan, untuk menyisihkan 1-2 jam bersepeda atau jalan kaki keliling kampung.  Sehat itu investasi. Lebih murah gowes pagi daripada berobat rutin. Kalau bukan kita yang menjaga budaya sehat ini, siapa lagi?

Menjaga kebiasaan sederhana seperti bersepeda bisa menjadi cara efektif untuk merawat kesehatan, lingkungan, dan kebersamaan masyarakat,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *