Sempat Meredup, Tren Penggemar Batu Akik Kini Meledak - Mabur.co

Sempat Meredup, Tren Penggemar Batu Akik Kini Meledak

Mabur.co- Fenomena batu akik yang dulu sempat booming di Indonesia pada pertengahan 2010-an kini kembali mencuri perhatian banyak orang di tahun 2026. Setelah sempat meredup selama beberapa tahun, minat terhadap batu akik kini bangkit lagi terutama di kalangan kolektor, penggemar fashion, hingga pasar global. Platform digital seperti TikTok Shop dan media sosial turut menghidupkan kembali pasar batu akik melalui konten edukatif dan penjualan online

Batu akik dipandang bukan hanya sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai koleksi bernilai tinggi dan potensi investasi masa depan. Beberapa varian dengan kelangkaan tinggi bahkan diburu sampai ke market internasional. Media sosial seperti YouTube, TikTok, hingga marketplace modern berperan besar dalam menaikkan ketertarikan terhadap batu akik. Penjual dan kolektor kini bisa menampilkan koleksi mereka ke audiens luas tanpa harus bergantung pada pasar fisik tradisional seperti di pasaran dulu.

Salah satu perajin Batu Akik dari Tejo Akik Kayu Wingit, Thomas Tejo Kusumo menjelaskan, tren pada 2026 ini, mulai naik, tapi harganya normal dan standar, berbeda pada  2010.

“Kalau sekarang itu akik banyak dicari dari mahasiswa sampai orang tua. Penggemarnya banyak sekali, namun untuk harga masih standar, karena ada barometer di internet,” ucapnya, Selasa, 6 Januari 2026.

Thomas mengatakan, kebanyakan pembeli batu akik waktu booming mereka tidak bisa beli karena mahal, sekarang mereka baru beli  karena harganya terjangka.

“Jenis batu yang masih dicari yakni batu bacin atau bacan yang berasal dari Maluku Utara yang terkenal karena keindahan warna dan motifnya yang beragam (hijau, biru, cokelat) serta dipercaya memiliki energi mistis. Batu bacin atau bacan ini dulu saat booming harganya Rp2.000.000 sekarang Rp100.000 dan Rp200.000. Untuk batu akik yang masih standar harganya, yakni batu permata berjenis Ruby yang dikenal sebagai Raja Batu Permata. Batu  Permata Ruby melambangkan kekuatan dan gairah dan batu berjenis Blue Safir yang melambangkan kebijaksaan, kesetiaan, dan kebenaran harganya Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Saya menjual batu akik, setiap hari di rumah di belakang Pasar Condong Catur,” ujarnya.

Salah seorang pembeli batu akik, Arifin, mencari dan membeli batu akik bukan saat ini saja melainkan sejak usia remaja. Kegemaran ini karena hobi, seni, dan mengikuti jejak orang tuanya.

“Bagi saya mengenai penjualan batu akik nggak ada pasang surutnya, karena untuk yang pasang surut itu biasanya orang yang berjualan karena eforia aja. Saya memang pecinta batu akik,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *