Mabur.co – “Tak ada yang abadi,” mungkin itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan nasib beberapa media sosial di bawah ini, yang sudah semakin ditinggalkan oleh para penggunanya, khususnya di Indonesia.
Kehadiran media sosial sejak awal tahun 2000-an atau milenium kedua, rupanya telah banyak menyita perhatian masyarakat di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Media sosial sangat berperan untuk menghubungkan orang-orang lama yang selama ini sudah jarang bertemu, atau terpisah karena kesibukan masing-masing di dunia nyata.
Namun sayangnya, media sosial yang dianggap sebagai alat komunikasi canggih pada saat itu, kini perlahan-lahan mulai menghilang dari peredaran. Bahkan beberapa ada yang sudah berhenti total, karena berbagai macam alasan.
Dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada lima platform media sosial yang pernah viral di Indonesia, namun kini sudah sepi peminat atau bahkan tutup layanan, setidaknya dalam 15 tahun terakhir.
1. LINE

Sejak kemunculannya pada 2011, LINE telah menyita perhatian publik lewat stiker-stikernya yang lucu dan menggemaskan. LINE juga menawarkan berbagai fitur menarik, seperti berbagi pesan teks, gambar, suara, dan video. Ada juga fitur andalan lainnya bernama LINE Today, yakni news aggregator yang menyediakan berita-berita viral dari sejumlah portal berita pilihan. Bahkan LINE Today sering menjadi acuan terkait informasi yang sedang tren atau viral di media sosial dan semacamnya.
Namun, akibat banyaknya fitur yang dimiliki satu aplikasi LINE, seperti LINE Games, LINE Pay, LINE Taxi, Timeline layaknya Facebook, dan lain-lain, membuat aplikasi ini justru seperti kehilangan arah. Banyak yang merasa media sosial LINE terlalu bertele-tele, dan semakin jauh dari esensi utamanya sebagai alat komunikasi. LINE Today yang sebelumnya jadi andalan pun telah resmi ditutup pada 6 Juli 2022.
Aplikasi LINE sendiri sebenarnya masih eksis hingga saat ini, namun target pasarnya sedikit bergeser ke negara-negara Asia lain di luar Indonesia, seperti Taiwan, Jepang, dan Thailand.
2. Facebook

Facebook adalah sebuah anomali dalam dunia medsos. Kemunculannya pada 2006 lalu benar-benar mengubah peta persaingan komunikasi jarak jauh menjadi sangat masif dan dinamis. Pendirinya Mark Zuckerberg juga menjadi salah satu orang terkaya di dunia, dengan kisahnya yang begitu inspiratif bagi banyak orang di seluruh penjuru dunia. Hanya saja, Facebook tidak banyak mengalami perubahan pada fitur maupun tampilannya. Dan seringkali malah menjadi sumber skandal kejahatan atau tindakan tidak terpuji.
Akibat popularitasnya yang sudah melekat sejak lama, namun tidak banyak mengalami pembaruan yang signifikan, akhirnya Facebook kini lebih banyak digunakan oleh orang-orang tua. Mereka seringkali sudah merasa nyaman dengan berjejaring menggunakan Facebook, tanpa harus capek-capek pindah ke media sosial lain lagi yang tentunya memerlukan adaptasi tambahan.
Algoritma Facebook yang kerap berubah-ubah juga menjadi faktor lainnya, yang membuat Facebook tidak lagi diminati oleh anak-anak muda. Meskipun harus diakui, di balik kejadulannya, Facebook tetaplah salah satu media sosial terbaik yang pernah ada, mengingat Facebook sudah memiliki fitur yang lengkap sejak awal (foto, video, teks, live streaming, grup, games, dan sebagainya), sehingga terasa wajar apabila Facebook tidak banyak memperbarui fiturnya hingga saat ini.
3. BBM (Blackberry Messenger)

Selain LINE, BBM atau Blackberry Messenger juga menjadi fenomena baru dalam dunia media sosial. BBM awalnya adalah aplikasi yang hanya diperuntukkan bagi pengguna ponsel Blackberry, dan sudah eksis sejak pertengahan tahun 2005. Namun popularitasnya yang cukup melesat membuat BBM mulai memperluas target pasar mereka, tanpa harus memaksakan penggunanya memiliki Blackberry.
Kepopuleran BBM pun sejalan dengan naik daunnya ponsel Blackberry, yang mempelopori keyboard QWERTY ke dalam ponsel harian, menggantikan format ABC-DEF yang dirasa kurang nyaman sekaligus lamban untuk mengetik pesan.
Sayangnya eksistensi Blackberry tidak dapat bertahan lama di pasar global, akibat munculnya pesaing baru yang menawarkan fitur lebih canggih, terutama dengan ponsel berbasis layar sentuh dan full screen.
Begitu pula dengan aplikasi BBM. Meskipun telah berusaha melakukan segala cara untuk bisa bertahan, seperti meluncurkan BBMe sebagai pengganti BBM pada 2014, hal itu tetap tidak mampu menolong aplikasi ini untuk menutup layanannya secara penuh pada 31 Mei 2019. Bahkan, BBM sudah tidak bisa lagi diunduh melalui Google Play Store dan sejenisnya.
4. Twitter (sekarang X)

Bersama dengan Facebook, Twitter juga sempat merajai dunia media sosial pada pertengahan 2000-an. Salah satu yang menjadi ciri khasnya adalah 140 karakter penulisan yang dianggap mampu membuat orang lebih fokus dan tidak bertele-tele dalam membuat postingan. Ada pula Trending Topic dan Hashtag sebagai daya tarik utama aplikasi yang satu ini.
Namun, akuisisi Twitter oleh Elon Musk pada 2022 membuat Twitter semakin ditinggalkan oleh pengguna setianya. Beragam keputusan kontroversialnya, termasuk mengganti nama platform menjadi “X” dinilai menjadi langkah buruk, yang merusak citra Twitter yang telah dikenal luas sejak lama sebagai media sosial pesan singkat.
5. Path

Path sebenarnya tidak pernah benar-benar menyita perhatian masyarakat luas, hanya saja Path sesekali mampu memberikan nuansa baru di dunia media sosial, berkat konsepnya yang lebih “intim” ketimbang para pesaingnya.
Didirikan pada 2010 oleh mantan mantan manajer produk Facebook, Path menawarkan konsep berbeda dari media sosial pendahulunya, yakni membatasi pertemanan hingga 50 teman saja, meskipun kemudian berkembang menjadi 150 hingga 500 teman.
Meskipun pernah memiliki pengguna hingga 50 juta orang, Path tidak mampu bertahan lama dalam industri media sosial, dan akhirnya harus menutup layanannya pada 18 Oktober 2018. Aplikasi ini pun sudah tidak lagi tersedia di App Store maupun Play Store.
***
Bagi Anda yang memiliki penghasilan dari sejumlah media sosial tertentu, seperti Instagram (biasanya Selebgram), TikTok, hingga konten kreator YouTube, sebagai media sosial yang masih cukup populer hingga saat ini, mungkin ada saatnya Anda perlu memanfaatkan popularitas Anda ke tempat lain.
Karena kita tidak pernah tahu, jika suatu ketika media sosial tersebut akan mulai ditinggalkan orang atau bahkan menutup seluruh layanannya di kemudian hari. Sehingga kita harus selalu waspada jika hal itu terjadi sewaktu-waktu. (*)



