Mabur.co- Bisnis ayam kate, saat ini sedang menjadi tren di Indonesia. Ayam kate ini, berasal dari berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Amerika Serikat, dan Belanda.
Salah satu pebisnis ayam kate mancanegara, yakni Doni dari Wahyu Sejati Farm. Warga Jatimulyo, Kricak, Kota Yogyakarta ini mengawali bisnis dari hobi memelihara ayam sejak 2021.
Doni menuturkan, memilih bisnis ayam kate mancanegara karena kalau lebih cepat produksinya dibandingkan hewan-hewan yang lain.
“Dalam waktu sekitar 21 hari, telur sudah menetas. Usia 1 bulan, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, perputaran uangnya cepat,” katanya, saat ditemui mabur.co di Pameran Pets Festival, salah satu mal di Sleman, Kamis (22/1/2026).

Doni mengatakan, ayam kate mancanegara yang dipelihara di Wahyu Sejati Farm, di antaranya Chabo Thailand, Motled, Benjarong, White Chabo, Black Chabo, dan Chabo klasik.
Perbedaan ayam kate lokal dengan kate mancanegara yakni ayam kate lokal, dari ukuran badan sangat kecil dan kerdil. Sering kali memiliki tubuh standar (beragam). Untuk karakteristik dari bulu sangat variatif (campur-campur), sementara ekor sangat biasa saja, tidak memiliki dada yang terlalu busung. Untuk harga sangat terjangkau dan sering dipelihara sebagai ayam hias, peliharaan rumah.
Sedangkan untuk ayam kate mancanegara (ras/internasional), dari karakteristik cirinya khas spesifik seperti busung yang sangat menonjol. Terutama pada ras serama dan gaya jalan yang sombong atau pemberani, dari ekor biasanya agak panjang dan tegak.
“Saya menjual kate mancanegara sepasang Rp2.000.000 sampai Rp2.500.000. Untuk perawatan ayam kate mancanegara sama dengan ayam kate lokal. Baik dari segi makanan yang membedakan, saat bertelur, dan menghasilkan anak. Kalau dari sisi keindahan, jauh lebih bagus dan sempurna yang mancanegara,” ujarnya. ***



