Kementerian Kebudayaan Luncurkan 5 Jilid Buku Sejarah Indonesia, Bisa Diakses Gratis 

2 Min Read
Set of Indonesian history books on a blue display table, blue covers with 'Sejarah Indonesia' and volumes I–V, plus a QR code card on the right, and gold decorative panels behind them.
Buku Sejarah Indonesia yang diluncurkan Kementerian Kebudayaan. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan meluncurkan lima jilid pertama buku sejarah Indonesia versi terbaru. Buku itu berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global.

Diluncurkan di Jakarta, Senin (31/8/2026), buku tentang sejarah lengkap Indonesia dari masa ke masa ini bisa diakses masyarakat secara gratis melalui internet.

Dilansir Antara, Selasa (1/9/2026), Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan buku ini disusun sebagai upaya menghadirkan sejarah Indonesia dari perspektif Indonesia.

123 Penulis

Penyusunan buku ini dilakukan dengan melibatkan sekitar 123 penulis yang terdiri atas sejarawan, arkeolog, filolog, epigraf, dan peneliti dari 34 universitas serta 11 lembaga nonperguruan tinggi di Indonesia. 

Lima jilid yang diluncurkan masing-masing berjudul Akar Peradaban Nusantara: Nusantara dalam Jaringan Global, Perjumpaan Budaya dengan India, Tiongkok dan PersiaNusantara dalam Jaringan Global: Timur TengahInteraksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi, serta Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial.

Fadli menyebut, dalam menyusun buku ini para penulis diberi ruang untuk menentukan substansi secara independen. Kementerian Kebudayaan hanya berperan sebagai fasilitator dan konsultator untuk menjaga kebebasan akademik serta kualitas narasi.

10 Jilid

Seri buku sejarah versi terbaru Indonesia ini secara keseluruhan terdiri atas 10 jilid utama dan satu jilid faktaneka. Enam jilid berikutnya dijadwalkan diluncurkan pada September 2026 mendatang.

Jika ingin membacanya, masyarakat dapat mengunduh lima jilid tersebut secara gratis melalui website pustakabudaya.id. Dengan masa meminjam buku digital maksimal 30 hari. Selain itu buku ini juga dapat dibaca langsung melalui laman dengan watermark atau disimpan dalam format PDF.

Kementerian Kebudayaan berharap versi digital buku ini dapat memperluas akses sejarah Indonesia bagi pelajar, mahasiswa, guru, dosen, peneliti, dan masyarakat umum. Pemerintah juga menyiapkan pengamanan terhadap naskah digital untuk mencegah manipulasi dan peretasan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar