Mengenal Olahraga Tradisional Plintengan, Dikembangkan di Kampung Wirobrajan 

3 Min Read
Man in a blue shirt sits on a mat outdoors, practicing archery with a traditional bow while spectators film nearby.
Olahraga sekaligus permainan tradisional Plintengan yang dikembangkan di Kampung Wirobrajan, Yogyakarta. (Foto: Dok Pemerintah Kalurahan Wirobrajan)

Mabur.co – Sekelompok warga masyarakat di kampung Wirobrajan, Kota Yogyakarta, kembali mengangkat olahraga sekaligus permainan tradisional Plintengan.

Permainan yang dahulu akrab dengan kehidupan anak-anak kampung di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya ini kembali dihidupkan sebagai bagian dari olahraga dan budaya tradisional.

Upaya pelestarian tersebut dilakukan Komunitas Plinteng Mataraman Wirobrojo yang berlokasi di Kalurahan Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta.

Kawasan ini sendiri selama ini dikenal sebagai kampung tempat bermukim pasukan Keraton Yogyakarta yang disebut Bregada Wirobrojo dengan seragam khas warna merah dan dijuluki Bregada Lombok Abang.

Dilansir website resmi Kalurahan Wirobrajan, Senin (31/8/2026), guna mendukung pelestarian permainan Plintengan, pemerintah setempat mengaku akan membantu pengelolaan dan promosi olahraga khas Mataram ini.

Edukasi Wisata Budaya

Terlebih kampung ini dinilai memiliki nilai sejarah sekaligus potensi untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi dan wisata budaya.

Lurah Wirobrajan, Seno Wibowo, yang datang langsung meninjau kawasan tersebut menilai Plintengan harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Wirobrajan. 

Pengembangannya diharapkan tidak hanya mempertahankan permainan tradisional, tetapi juga memberikan manfaat bagi warga. Dengan pengelolaan dan promosi yang tepat Plintengan memiliki peluang dikembangkan menjadi wisata budaya berbasis masyarakat. 

Di mana pengunjung tidak hanya dapat mengenal olahraga Plintengan, tetapi juga mengetahui sejarah dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Plintengan atau Plintheng sendiri merupakan permainan sekaligus olahraga tradisional yang menggunakan alat sederhana berupa ketapel. Pada masa lalu, olahraga ini biasa dilakukan untuk berburu bahkan sebagai senjata perang. 

Back view of a man in a blue striped shirt and patterned headscarf, sitting on a dark mat on a rocky ground, holding a small bow or tool.
Olahraga sekaligus permainan tradisional Plintengan yang dikembangkan di Kampung Wirobrajan, Yogyakarta. (Foto: Dok Pemerintah Kalurahan Wirobrajan)

Dalam perkembangannya, Plintengan kemudian menjadi permainan tradisional yang kerap dimainkan anak-anak, termasuk untuk berburu burung.

Kini, Plintengan diarahkan sebagai permainan dan olahraga tradisional. Selain dapat melatih konsentrasi, Plintengan juga dapat melatih koordinasi mata dan tangan serta ketepatan dalam membidik sasaran.

Memakai Pakaian Adat Jawa

Seperti halnya olahraga Panah atau Jemparingan gaya Mataraman, Plintengan Mataraman juga dilakukan dengan memakai pakaian adat Jawa seperti surjan serta blangkon untuk lelaki dan kebaya untuk perempuan.

Posisi pemain saat melakukan permainan ini juga dilakukan dengan posisi duduk bersila.

Keberadaan Komunitas Plinteng Mataraman Wirobrojo menjadi angin segar dalam upaya pelestarian permainan tradisional ini. 

Selain sangat penting untuk menjaga agar permainan ini tidak hilang ditelan zaman, Plintengan juga menjadi cara untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda agar tidak meninggalkan akar tradisi.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar