Prajurit TNI Diperiksa, Usai Hadir di Acara Transgender di Thailand

3 Min Read
Man in ceremonial attire bows on a glittering stage as two uniformed assistants guide him; contestants in gowns stand in the background.
Foto viral prajurit TNI AL kawal Arya Wedakarna hadiri kontes transgender di Thailand. (Foto: Threads)

Mabur.co – Kehadiran anggota TNI dalam ajang transgender atau waria di Bangkok Thailand berbuntut panjang.

Prajurit TNI AL yang bertugas sebagai ajudan anggota DPD RI, Arya Wedakarna, kini diperiksa Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar.

Pemeriksaan dilakukan setelah beredar video yang memperlihatkan prajurit tersebut mengenakan seragam dinas saat mendampingi Arya di sebuah acara di Bangkok, Thailand.

Dalam video yang beredar di media sosial, prajurit tersebut terlihat mengenakan pakaian dinas harian (PDH) TNI AL dan mendampingi seorang pria yang disebut sebagai Arya Wedakarna.

Miss Equality World 2026

Acara tersebut merupakan kontes kecantikan transgender atau waria Miss Equality World 2026.

Dilansir sejumlah sumber, Jumat (4/9/2026), Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, mengatakan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara jelas duduk persoalan tersebut.

“Berita terkait viral itu kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri,” kata Ary di Mako Lanal Denpasar, dilansir Detik.

Menurut Ary, prajurit tersebut memang telah ditugaskan sebagai ajudan Arya Wedakarna sejak sekitar satu tahun terakhir.

Penugasan itu, kata dia, juga didasarkan pada surat resmi dari pihak Arya yang meminta personel TNI AL tersebut menjadi ajudan.

“Untuk perizinan, sebatas pemahaman saya, itu sejak tahun lalu, memang sebagai ajudan dari anggota DPD tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Lanal Denpasar masih mendalami apakah kehadiran prajurit dalam acara di Thailand tersebut sesuai dengan ketentuan penugasannya.

Publik Diharap Menunggu Hasil Pemeriksaan

Ary meminta publik menunggu hasil pemeriksaan. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya memastikan akan mengambil tindakan sesuai prosedur yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengatakan, setiap penugasan prajurit memiliki dasar, mekanisme, dan ketentuan yang harus dipatuhi.

“Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yang di luar itu tentu akan dievaluasi,” kata Nas, dikutip Antara.

Nas mengatakan, TNI masih menelusuri identitas prajurit yang terlihat dalam video tersebut sekaligus mengecek status penugasannya.

Sementara itu, video yang memicu perhatian publik memperlihatkan seorang pria berseragam TNI AL berada di atas panggung dan mendampingi seorang pria mengenakan jas hitam yang diduga Arya Wedakarna.

Video yang beredar luas itu pun kemudian viral dan menjadi perhatian warganet. Tak sedikit warganet mempertanyakan alasan dan pertimbangan keikutsertaan anggota DPD RI serta prajurit TNI dalam kontes tersebut. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar