Mengenal Tari Zapin, Tarian Tradisional Melayu Berusia Lebih dari 7 Abad

4 Min Read
Tari Zapin Riak Palangkaraya. (Foto: Palangkaraya.go.id)

Mabur.co –  Tari Zapin merupakan salah satu produk kebudayaan khas Melayu yang telah diwariskan selama ratusan tahun dari generasi ke generasi.

Tarian tradisional Melayu ini tak hanya dapat ditemui di sebagian wilayah Indonesia, namun juga di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, hingga Brunei.

Dilansir Channel NewsAsia (CNA), Rabu (30/9/2026), Tari Zapin diyakini pertama kali muncul sekitar abad ke-13 hingga ke-15 masehi, setelah dibawa dan dikenalkan oleh Komunitas Arab Muslim.

Berkembang Berbagai Bentuk dan Variasi

Tarian tersebut kemudian berakulturasi dengan budaya masyarakat Melayu yang saat itu belum mengenal batas negara hingga berkembang menjadi berbagai bentuk dan variasi. 

Pengaruh Arab pada Tari Zapin sendiri terlihat dalam komposisi alunan musik dan gerak Tari Zapin yang khas dan tidak ditemui dalam tarian tradisional masyarakat di wilayah Asia Tenggara lainnya.

Saking kuatnya pengaruh tradisi di masing-masing daerah, membuat setiap gerakan, musik pengiring, syair, kostum, hingga fungsi pertunjukan Tari Zapin dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. 

Baca Juga: https://mabur.co/budaya/indonesia-malaysia-singapura-dan-brunei-usulkan-tari-zapin-sebagai-warisan-budaya-takbenda-unesco/

Meski begitu salah satu ciri paling menonjol dalam zapin adalah permainan langkah kaki setiap penari yang bergerak mengikuti ketukan musik dengan pola langkah yang teratur dan berulang.

Gerakan kaki ini biasanya kerap dipadukan dengan gerakan tangan, ayunan tubuh, serta perubahan arah. 

Dalam beberapa bentuk Zapin, penari juga melakukan gerakan berpasangan atau dalam kelompok sehingga membentuk pola tertentu di atas panggung.

Kekuatan Zapin terletak pada kemampuan penari menjaga ketepatan langkah dengan irama musik. Karena itu, penguasaan ritme menjadi bagian penting dalam mempelajari tarian ini.

Lekat dengan Gambus dan Syair Melayu

Pertunjukan Zapin tidak dapat dipisahkan dari musik pengiring. Salah satu alat musik yang sangat erat dengan tradisi Zapin adalah gambus, alat musik berdawai yang mendapat pengaruh tradisi Arab.

Selain gambus, pertunjukan Zapin juga dapat menggunakan rebana, marwas, accordion, serta instrumen musik Melayu lainnya. Komposisi alat musik tersebut dapat berbeda sesuai daerah dan jenis zapin yang dimainkan.

Irama musik menjadi penentu tempo gerakan penari. Ketika irama berubah atau memasuki bagian tertentu, pola langkah dan gerakan penari juga dapat mengikuti perubahan tersebut.

Hubungan erat antara musik dan gerak inilah yang membuat Zapin tidak sekadar tarian yang dilakukan dengan iringan musik, tetapi merupakan satu kesatuan pertunjukan.

Selain gerak dan musik, syair menjadi unsur penting dalam sejumlah pertunjukan Zapin.

Syair yang dinyanyikan dapat berisi pesan keagamaan, nasihat, nilai kehidupan, hingga persoalan sosial. Dengan demikian, pertunjukan Zapin dapat menjadi sarana hiburan sekaligus media menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Isi syair juga dapat menyesuaikan lingkungan tempat Zapin berkembang. Karena itu, pertunjukan Zapin di suatu daerah dapat memiliki tema dan pesan yang berbeda dengan daerah lainnya.

Berkembang Banyak Nama

Perkembangan Zapin di berbagai daerah melahirkan banyak bentuk dan nama. Di Indonesia, misalnya, dikenal Zapin Meskom di Bengkalis, Zapin Siak Sri Inderapura, Zapin Pecah Dua Belas, Zapin Maharani, hingga Zapin Api di Rupat.

Dilansir dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (30/9/2026), Zapin Meskom merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Bengkalis, Riau.

Sementara Zapin Siak Sri Inderapura memiliki hubungan dengan lingkungan Kerajaan Siak. Dalam perkembangannya, tarian tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan kerajaan, tetapi juga digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pernikahan, khitanan, syukuran, pesta desa, dan peringatan hari besar Islam hingga pertunjukan seni.

Perbedaan bentuk Zapin di berbagai daerah menjadi bagian dari kekayaan kesenian tersebut. Gerak, musik, syair, dan fungsi pertunjukan dapat berubah mengikuti masyarakat yang mewarisinya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
1 Komentar