30 September, Hadirkan Catatan Penting Lintasan Sejarah Kelam

2 Min Read
Deretan Pahlawan Revolusi dalam peristiwa G30S/PKI di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Peristiwa di bulan September selalu menghadirkan catatan penting dalam lintasan sejarah dunia. Banyak peristiwa di bulan ini yang memberi dampak besar, mulai dari politik, sosial, hingga ilmiah. Dari peperangan, revolusi, hingga bencana, semuanya tercatat dalam kalender dunia. 

Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026), sebuah pengkhianatan terbesar yang dialami bangsa Indonesia meletus, yakni Gerakan 30 September 1965/PKI atau G30S/PKI.

Melibatkan Pasukan Cakrabirawa

Peristiwa G30S/PKI terjadi pada malam hari tepat waktu saat pergantian dari tanggal 30 September hari Kamis, menjadi 1 Oktober pada hari Jumat tahun 1965. Tepat tengah malam dengan melibatkan Pasukan Cakrabirawa dan Anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Gerakan ini bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan menginginkan pemerintahan Indonesia menjadi pemerintahan komunis.

Gerakan 30S/PKI dipimpin oleh ketua saat itu, yaitu Dipa Nusantara Aidit atau sering dikenal dengan nama DN Aidit.

DN Aidit gencar memberikan hasutan kepada seluruh masyarakat supaya mendukung PKI dengan iming-iming Indonesia akan lebih maju.

DN Aidit menurut pakar sejarah pada masa rezim Presiden Soeharto merupakan dalang utama Gerakan 30 S PKI.

Gerakan 30 S PKI bergerak atas satu komando yang dipimpin oleh Komandan Batalyon I Cakrabirawa, Letnan Kolonel Untung Syamsuri.

Hanya Berniat Menculik Para Jenderal Tanpa Pembunuhan

Gerakan ini dimulai dari Jakarta dan Yogyakarta, gerakan ini mengincar Dewan Jenderal dan Perwira Tinggi. Awal mula gerakan ini hanya bermaksud menculik dan membawa para Jenderal dan perwira tinggi ke Lubang Buaya. 

Namun, ada beberapa prajurit Cakrabirawa yang memutuskan untuk membunuh Dewan Jenderal dan perwira tinggi. Jenderal yang dibantai oleh PKI di antaranya Jenderal Ahmad Yani dan Karel Satsuit Tubun. Sisanya jenderal dan perwira tinggi meninggal dunia secara perlahan karena luka penyiksaan di Lubang Buaya.

Atas kejadian yang membuat luka Bangsa Indonesia, rakyat menuntut kepada Presiden Soekarno supaya membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dengan rasa terpaksa akhirnya Partai PKI yang menjadi kekuatan bagi Presiden Soekarno dalam aksi “Ganyang Malaysia” dibubarkan.

Selanjutnya Presiden Soekarno memberikan mandat pembersihan semua struktur pemerintahannya kepada Mayor Jenderal Soeharto yang terkenal dengan Surat Perintah 11 Maret 1966. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar