Di Ruang Paniradya, Mahasabha Purbakala Ajukan Kepeloporan Peresmian Hari Purbakala Nasional (Bagian 2-Selesai)

4 Min Read
Saat Mahasabha Purbakala audiensi ke Paniradya Pati DIY. (Foto: Bustan Basir Maras)

Mabur.co – Audiensi itu tidak berlangsung lama. Sekitar satu jam di Gedhong Kepatihan. Tapi isinya padat. Di depan Paniradya Pati Kaistimewan DIY, komunitas kecil bernama Mahasabha Purbakala memaparkan dua program yang terdengar mustahil untuk ukuran komunitas mandiri.

Seperti dikutip dari liputan mabur.co sebelumnya: “Kami ini kecil. Tapi kami bergerak. Hari ini kami hadir bukan sekadar membawa mimpi. Kami membawa program yang sudah matang,” ujar sastrawan dan antropolog Bustan Basir Maras, saat berbicara sebagai tim audiensi Mahasabha Purbakala.

Nyadran Agung, Pasar Nyadran 2027

Lalu Mohammad Basyir Zubaer (Embas) melanjutkan penjelasannya, bahwa program pertama yang ingin segera dilaksanakan Mahasabha Purbakala, yaitu Nyadran Agung, Pasar Nyadran 2027.

Rencana digelar 12-14 Februari 2027 di halaman Benteng Vredeburg. Nyadran, seperti dijelaskan Kredonews.com, adalah ritual tahunan masyarakat Jawa untuk mendoakan leluhur pada bulan Ruwah menjelang Ramadan, berasal dari bahasa Sanskerta Sraddha yang berarti keyakinan.

Tradisinya sudah ada sejak Majapahit, disebut pernah dilakukan Ratu Tribhuwana Tunggadewi pada 1284, lalu diakulturasikan Wali Songo menjadi tahlil dan kenduri.

Baca juga: https://mabur.co/budaya/menyikapi-berbagai-persoalan-mutakhir-mahasabha-purbakala-audiensi-ke-paniradya-pati-bagian-1/

Bedanya dengan rencana Mahasabha. Mahasabha akan menggelar doa bersama untuk 25 Pahlawan Nasional asal DIY.

Dari Hamengku Buwono IX, Diponegoro, Ahmad Dahlan, Ki Hajar Dewantara, hingga Jenderal Soedirman dan Agustinus Adisucipto.

Haijogja.com mencatat DIY melahirkan banyak pahlawan karena perannya sebagai ibu kota perjuangan 1945-1949.

Mahasabha akan menggandeng Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (IKPN) DIY, lengkap dengan keluarga yang hadir, nama dibacakan satu per satu, lalu doa lintas iman.

Ada pun anggarannya, Mahasabha mengklaim sudah memiliki anggaran awal yang ditanggung komunitas, melibatkan 20 komunitas karawitan, tari, wayang, kuliner, dan sastra Jawa.

Program kedua lebih ambisius: Festival Purba-gen z-kala 2027, 11-14 Juni 2027.

Koropak.co.id menulis Hari Purbakala setiap 14 Juni berakar pada pendirian Oudheidkundige Dienst pada 14 Juni 1913.

Espos.id menambahkan, lewat SK Pemerintah 14 Juni 1913 No.62 berdirilah Jawatan Purbakala di bawah Prof. N.J. Krom, cikal bakal arkeologi Indonesia.

National Geographic Indonesia mencatat tahun ini usia kepurbakalaan sudah 111 tahun, diperingati Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) dengan tema “Merawat Warisan Budaya, Menjaga Identitas”.

Mahasabha ingin menjadikannya festival publik pertama, bukan seminar tertutup, pameran interaktif replika artefak, simulasi penggalian untuk anak, forum warga, pertunjukan.

Puncaknya 14 Juni, sekaligus mendorong gerakan penetapan 14 Juni sebagai Hari Purbakala Nasional via Keppres.

Naskah akademik sedang disusun bersama BRIN dan IAAI. Di balik itu ada tiga permintaan konkret ke Paniradya Pati: dukungan Dana Keistimewaan, surat dukungan resmi untuk Keppres Peresmian Hari Purbakala, dan fasilitasi koneksi ke Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) dan BPCB DIY.

Ruang Ekspresi Budaya

Paniradya Pati, seperti dikutip Polkam.go.id pada 25 Juni 2025, menegaskan Danais meski dipangkas dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1 triliun tetap fokus pada sektor prioritas termasuk ruang ekspresi budaya.

Jogjaaja.com menyebut Paniradya pernah mengatakan gebyar keistimewaan adalah sinergi pemerintah-masyarakat untuk merefleksi lima tujuan keistimewaan.

Mahasabha menutup dengan kalimat yang diingat: Yogyakarta istimewa bukan hanya karena keraton dan gubernurnya, tapi karena tanahnya menyimpan ribuan tahun cerita. Dan ada komunitas kecil yang tanpa anggaran besar terus merawatnya agar tidak hilang. ***

Share This Article
Cartoon man singing into a microphone, holding a sheet of paper, wearing a hat and scarf against an orange background.
Sastrawan, Antropolog.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar