Mengenang Sri Sultan HB IX, Alokasikan Dana Keraton untuk Perjuangan Kemerdekaan

3 Min Read
Black-and-white formal portrait of a middle-aged man in a suit seated in a chair with a neutral expression.
Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) merupakan Raja Yogyakarta yang memerintah pada masa penjajahan Belanda hingga awal periode kemerdekaan. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) merupakan Raja Yogyakarta yang memerintah pada masa penjajahan Belanda hingga awal periode kemerdekaan. Perlu dipahami kisah Sultan HB IX dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia karena jasanya begitu besar.

Lebih dari sekadar raja, Sultan HB IX dikenal sebagai pahlawan nasional yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Memainkan peran penting dalam berbagai peristiwa dalam sejarah Indonesia, seperti Pertempuran Yogyakarta, Serangan Umum 1 Maret, dan berdiplomasi di kancah internasional.

Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026), peran Sultan HB IX dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dimulai sejak awal berdirinya Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Dua hari setelah proklamasi kemerdekaan, ia mengirimkan telegram ucapan selamat kepada para proklamator, menunjukkan dukungan dan kesetiaannya terhadap perjuangan kemerdekaan.

Pada 5 September 1945, ia bersama Paku Alam VIII, mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Yogyakarta adalah bagian dari wilayah Republik Indonesia.

Memimpin Perlawanan

Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948 dengan menyerang Yogyakarta, Sultan HB IX tidak hanya menjadi sasaran serangan, tetapi juga menjadi pemimpin yang memimpin perlawanan.

Meskipun terdesak oleh serangan Belanda, ia tidak pernah berhenti berjuang untuk mempertahankan kedaulatan negara.

Pada 24 Juni 1948, ia menerima mandat dari Presiden Syafruddin Prawiranegara sebagai pemimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) untuk memulihkan keamanan di Yogyakarta.

Kemudian pada 29 Juni 1949, setelah pasukan Belanda meninggalkan Yogya, ia berhasil mengembalikan kedaulatan daerah tersebut, yang kemudian diperingati sebagai Hari Yogya Kembali.

Namun, perjuangan Sultan HB IX tidak hanya terbatas pada bidang politik dan militer. Ia juga turut memberikan dukungan finansial kepada Republik Indonesia.

Sultan HB IX mengalokasikan dana dari kas keraton untuk keperluan operasional pemerintahan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan delegasi negara.

Bahkan ketika pemerintahan Republik harus pindah ke Jakarta, ia tetap mengabdikan diri untuk mendukung perjuangan kemerdekaan.

Sultan HB IX tidak keberatan meskipun Yogyakarta kehilangan sebagian besar sumber daya. Selain itu, Sultan HB IX juga terlibat dalam upaya diplomasi internasional untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan dari negara-negara lain.

Ia menyingsingkan lengan baju, berkeliling dunia untuk meyakinkan para pemimpin negara tetangga bahwa Indonesia masih ada, dan ia tetap bagian dari negara itu.

Pengabdian Sultan HB IX dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia diakui oleh negara dan bangsa. Pada 30 Juli 1990, atas jasa-jasanya yang luar biasa, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. ***

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar