Mabur.co – Pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Indonesia House Amsterdam, dua map ditandatangani. Di satu sisi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, di sisi lain Menteri Pendidikan Kebudayaan Belanda Rianne Letschert. Isinya bukan dagang. Isinya kepulangan.
Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda menorehkan tonggak penting melalui penandatanganan dua Transfer Agreements untuk memulangkan puluhan ribu koleksi bersejarah Indonesia yang selama ini tersimpan di Belanda, tulis sorotnews.co.id.
Jumlahnya bikin kaget: 30.210 benda. Terbesar dalam sejarah repatriasi nasional.
Rinciannya: 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dari Naturalis Biodiversity Center Leiden terdiri dari 29.763 objek fosil dan 427 sisa jasad leluhur manusia, plus 20 benda budaya dari Rijksmuseum dan Wereldmuseum.
130 Tahun Disimpan di Leiden
Koleksi Dubois adalah jejak Manusia Jawa. Pada 1891, dokter Belanda itu menemukan fosil Homo erectus di Trinil, tepi Bengawan Solo.
Tempurung kepala, tulang paha, gigi geraham, dan cangkang kerang bergores yang ia gali, selama 130 tahun disimpan di Leiden.
Tahap awal 4 fosil sudah pulang 17 Desember 2025 dan kini dipamerkan di Museum Nasional Indonesia. Sisanya akan menyusul.
Menurut rilis Kemenbud, 30.190 fosil akan disimpan di Museum Nasional Jakarta dan Museum Manusia Purba Sangiran, Klaster Ngebung, sebagai pusat riset paleoantropologi dunia.
Sementara 20 pusaka budaya akan dibagi: Berlian Banjarmasin 38 karat, regalia Sultan Adam yang dirampas 1859, disimpan di Rijksmuseum, akan kembali ke Museum Nasional.
Selain itu, Sikin Panjang Aceh, pedang perlawanan Teuku Umar, Alquran keluarga Teuku Umar dan 4 manuskrip Kesultanan Aceh dari Wereldmuseum.
6 gulungan Wayang Beber Jawa abad 17, panel makam dan 6 nisan batu Aceh.
“Ini merupakan repatriasi terbesar dalam sejarah Indonesia, bahkan salah satu tonggak repatriasi paling signifikan di dunia, baik dari segi kuantitas maupun kualitas dan nilai ilmiah koleksinya,” kata Fadli Zon dalam rilis resmi.
Ia juga menegaskan: “Kami tidak bermaksud membuka kembali luka. Kami ingin memulihkannya. Kami meyakini bahwa rekonsiliasi yang sejati membutuhkan tindakan nyata,” ujarnya dikutip laman Kemenlu, ditulis timetoday.id.
Setelah Seabad Lebih, Leluhur Kita Pulang Juga
Ada cerita mitos di balik Berlian Banjarmasin. Orang Banjar percaya intan itu dijaga jin Gunung Meratus. Siapa mengambil tanpa restu, negerinya tak akan tenang.
167 tahun di etalase Belanda, intan itu diam. Kini ia diminta pulang.
Pangeran Khairul Saleh, Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, meminta ahli waris kerajaan dilibatkan. Sebab pusaka bukan sekadar benda.
Seperti tulis Pramoedya dalam novel Bumi Manusia: “Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”
Setelah seabad lebih, leluhur kita akhirnya punya alamat pulang. ***
