Mabur.co – Kota Yogyakarta terkenal akan berbagai kesenian, salah satunya jathilan. Salah satu kelompok yang masih konsisten mempertahankan tradisi tersebut adalah kelompok jathilan Satrio Mudho Budoyo yang beralamat di kampung Blunyahrejo, Kalurahan Karangwaru, Kapanewon Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Sejak pertama kali berdiri 41 tahun lalu, para anggota kelompok terus memegang teguh tradisi tersebut.
Para Anggota Mayoritas Muda
Pengarah Jathilan Satrio Mudho Budoyo, Doni Agus Wijayanto, menjelaskan meski bukan jathilan kreasi baru yang disuguhi aneka alat musik dan lagu-lagu dangdut, para anggota yang mayoritas muda tetap antusias.
Mereka justru mendukung pelestarian jathilan tradisi Mataraman.
“Klasik itu tidak termasuki piranti yang modern. Nggak boleh musik dangdut. Di Kota Yogyakarta sepengetahuan saya hanya kelompok ini,” jelasnya saat tampil di halaman Taman Pintar Yogyakarta, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan Sebulan Sekali
Doni Agus Wijayanto menuturkan, untuk menjaga kekompakan dan semangat, kelompok tersebut sering menggelar pertemuan setiap bulan sekali. Sehingga komitmen kelompok selalu disampaikan dan para anggota sepakat.
“Generasi kelima ini akan meneruskan perjuangan. Harapannya untuk pemerintah daerah terkait bisa membantu semua pihak,” ujarnya. ***
