Kekeringan di Mana-mana, Anak-anak pun Ikuti Salat Istisqa Memohon Hujan

3 Min Read
Group of students seated on mats outdoors, listening to a speaker on a small platform in front of a colorful school building.
Sejumlah siswa mengikuti salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah bencana kekeringan. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Menghadapi kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, SD Muhammadiyah Bendosari, Madurejo, Prambanan, Sleman, menggelar salat Istisqa atau salat meminta hujan, Selasa (20/10/2026).

Bertempat di halaman sekolah, salat Istisqa ini diikuti ratusan siswa, guru, orang tua, hingga komite sekolah. Mereka nampak melakukan salat secara khusyuk dilanjutkan tausyiah.

Peduli Lingkungan

Disamping menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, salat Istisqa ini juga digelar sebagai sarana pendidikan bagi siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan dan belajar bersikap bijak di tengah kondisi kekeringan.

Kepala SD Muhammadiyah Bendosari, Yuni Winarti, M.Pd., mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat. Kemarau panjang mengakibatkan sumur-sumur warga mulai mengering dan mengalami kekurangan air.

Menurut dia, kegiatan ini juga dilakukan sekaligus menjadi kesempatan untuk menanamkan rasa syukur dan mengajarkan anak-anak agar ikut menjaga lingkungan sejak dini.

“Kita mengajak anak-anak untuk bersyukur dan juga bagaimana cara menjaga lingkungan kita agar anak-anak juga bisa lebih bijak dalam menggunakan air, kemudian juga menjaga lingkungan,” ujarnya.

Yuni menambahkan, pendidikan kepedulian lingkungan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. Sekolah berharap kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini sehingga menjadi bagian dari perilaku mereka sehari-hari.

Group of students in traditional clothing standing in a row outdoors on woven mats, facing forward.
Suasana saat siswa melakukan salat Istisqa untuk memohon hujan. (Foto: JH Kusmargana)

Sementara itu, Dewan Sekolah SD Muhammadiyah Bendosari, Eko Priyo Agus Nugroho, mengatakan edukasi terkait lingkungan semacam ini penting diberikan kepada anak-anak, terutama ketika kondisi cuaca sulit diprediksi dan hujan belum kunjung turun.

“Dengan pendidikan berwawasan lingkungan semacam ini anak diajarkan untuk menjaga kebersihan, menjaga air. Dan membuang sampah juga, ketika membakar jangan sembarangan. Ini menjadi hal yang penting,” kata Eko.

Membentuk Tanggung Jawab Anak

Ia menilai, kebiasaan sederhana, seperti menghemat air dan tidak membakar sampah sembarangan, dapat membentuk tanggung jawab anak terhadap lingkungan tempat tinggal.

Menurut Eko, sekolah juga mengingatkan siswa mengenai dampak kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan dan Sumatra. Anak-anak diajak memahami bahwa tindakan yang terlihat sepele dapat memicu bencana apabila dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan.

“Dampak dari hal yang kecil, membakar sembarangan, bisa mengakibatkan bencana yang cukup besar,” ujarnya.

Melalui salat Istisqa dan edukasi lingkungan ini, SD Muhammadiyah Bendosari berupaya menggabungkan pendidikan keimanan dengan pembentukan kepedulian sosial. 

Harapannya, siswa tidak hanya memahami pentingnya berdoa ketika menghadapi kekeringan, tetapi juga berperan menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. ***

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar