Mabur.co – Inovasi teknologi pemadam api mengantarkan Ángela Karime Venegas Hernández, siswi asal Tamaulipas, Meksiko, meraih medali emas dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Kompetisi internasional tersebut berlangsung di Universitas Indonesia, Depok.
Dikutip dalam unggahan video @sulthanreceh, Jumat (23/10/2026), terlihat hasil karyanya itu dapat berfungsi memadamkan api yang sedang berkobar.
Ángela mengembangkan Vortex Tech, sebuah prototipe alat pemadam api yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi rendah untuk memadamkan api tanpa air maupun bahan kimia.
Siswi jurusan elektronika itu merancang inovasi tersebut sebagai alternatif untuk menangani kebakaran berskala kecil.
Atas inovasinya, Ángela meraih medali emas pada kategori teknologi tingkat sekolah menengah. Ia juga memperoleh penghargaan khusus IYSA Semi Grand Award.
110 Proyek Bersaing
ISIF 2026 mempertemukan peserta dari 25 negara. Dalam kategori dan tingkat kompetisi yang diikuti Ángela, terdapat sekitar 110 proyek yang bersaing.
Pencapaian tersebut menunjukkan potensi pengembangan teknologi alternatif dalam penanganan kebakaran.
Meski demikian, efektivitas prototipe seperti Vortex Tech tetap perlu dinilai berdasarkan pengujian teknis dan jenis kebakaran yang ditangani sebelum digunakan secara luas.
Berkat inovasi alat buatannya, siswi jurusan elektronika dari CETis 78 di Altamira, Tamaulipas, itu tak hanya meraih medali emas dalam kategori teknologi tingkat sekolah menengah tetapi juga memperoleh penghargaan khusus IYSA Semi Grand Award yang mengalahkan ratusan peserta dari 25 negara.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Mexico News Daily, inovasi tersebut dikembangkan bersama José Arturo Hernández Muñoz, paman yang sekaligus jadi pembimbing Alexa.
Proyek ini melewati proses pengembangan selama sekitar satu tahun sebelum dipresentasikan di tingkat internasional.
Cara Kerja
Cara kerja Vortex Tech, Padamkan Api dengan Gelombang Suara, berbeda dari alat pemadam kebakaran pada umumnya yang menggunakan air, busa, atau serbuk kimia.
Vortex Tech mengandalkan gelombang akustik untuk mengganggu proses pembakaran. Prototipe ini menggunakan sejumlah komponen, di antaranya baterai 12 volt, generator frekuensi, amplifier, pengeras suara, serta wadah yang dimodifikasi untuk mengarahkan gelombang suara menuju sumber api.
Perangkat tersebut menghasilkan gelombang suara berfrekuensi rendah sekitar 30 hertz (Hz). Gelombang ini menimbulkan gangguan pada aliran udara di sekitar api sehingga nyala api menjadi tidak stabil hingga akhirnya padam.
Dalam video yang diunggah di media sosial, tampak Alexa memperagakan alat buatannya yang bisa memadamkan api.
Sekilas alat tersebut mirip dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada umumnya.
