Pesta Horor Halloween, Sejarah  Panjang Tradisi Suku Celtic Kuno

3 Min Read
Setiap akhir Oktober, labu berwajah seram, kostum hantu, dan pesta bertema horor mulai bermunculan. (Ilustrasi Foto: Istimewa)

Mabur.co – Setiap akhir Oktober, labu berwajah seram, kostum hantu, dan pesta bertema horor mulai bermunculan.

Namun, di balik suasananya yang meriah sekaligus menyeramkan, Halloween punya sejarah panjang yang terbentuk dari tradisi kuno, kepercayaan, dan perubahan budaya.

Halloween diperingati setiap 31 Oktober dan populer di Amerika Serikat serta sejumlah negara lainnya. Namun, perayaan yang dikenal saat ini merupakan hasil perkembangan tradisi selama berabad-abad, yang dipengaruhi oleh kepercayaan kuno, tradisi Kristen, cerita rakyat, dan budaya populer.

Halloween merupakan salah satu perayaan internasional yang dirayakan di banyak negara, khususnya negara-negara Barat.

Seiring dengan masuknya era globalisasi, perayaan Halloween banyak dirayakan di negara-negara Asia dan Afrika, termasuk di Indonesia.

Pesta Kostum Hantu

Perayaan Halloween modern identik dengan karakter simbolis lentera labu bernama Jack O Lantern hingga tradisi Trick or Treat. Kegiatan Halloween juga dirayakan dengan pesta kostum hantu dan karakter populer lainnya.

Mengutip Britanica, Halloween merupakan kependekan dari All Hallows Eve yang artinya “malam para kudus”. Halloween diartikan sebagai perayaan yang diperingati pada saat malam sebelum Hari All Saints atau All Hallows.

Tradisi malam Halloween ini berasal dari tradisi Suku Celtic Kuno yang bernama Festival Samhain atau festival akhir musim panas. 

Pada saat perayaan Samhain, orang-orang di Celtic akan menyalakan api unggun dan mengenakan kostum yang menyeramkan.

Kostum Menyeramkan untuk Mengusir Hantu

Masyarakat Celtic kuno meyakini bahwa menggunakan kostum menyeramkan saat malam Halloween dapat mengusir hantu.

Selain itu, orang-orang Celtic juga mengaitkan festival Samhain dengan penanda akhir musim panas dan panen, serta menjadi awal musim dingin.

Musim dingin ini kemudian kerap dikaitkan dengan kematian, menjalarnya wabah penyakit, hingga menjadi momen peralihan antara hidup dan mati. Oleh karena itu, bangsa Celtic melakukan tradisi khusus sebelum kalender tahun baru mereka, yaitu 1 November.

Tradisi khusus ini dilakukan untuk mengusir hantu atau menakut-nakuti para arwah yang diyakini akan bangkit kembali di malam tersebut. Tak hanya itu, pada saat Samhain ini, arwah orang meninggal juga diyakini akan kembali mengunjungi rumah mereka.

Seiring berjalannya waktu, tradisi bangsa Celtic itu berkembang menjadi perayaan Halloween yang dirayakan di pertengahan musim gugur.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar