Listyo Sigit dan Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Subianto 

3 Min Read
Ilustrasi (foto : istimewa)

Mabur.co – Sejumlah jenderal polisi dan perwira menengah Polri dikabarkan diamankan Mabes Polri dalam kasus dugaan penyadapan terhadap sejumlah petinggi negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Kabar tersebut mencuat di berbagai platform digital baik itu media online maupun media sosial. Yang paling menarik, berdasarkan kabar yang beredar, terdapat seorang jendral polisi bintang empat berinisial L yang turut ditangkap. 

“Iya, benar, ada pengamanan. Satu bintang empat inisial L, dan beberapa jenderal bintang tiga. Tapi yang bintang empat sudah dilepas,” kata salah seorang sumber sebagaimana dikutip Suara.com, Selasa (3/11/2026).

Di Indonesia sendiri saat ini hanya ada 3 orang jendral bintang empat yang masih aktif di tubuh Polri. Yakni Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menjabat sebagai Kapolri. Lalu ada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang Menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Serta Jenderal Polisi Dedi Prasetyo yang Menjabat sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).

Melihat fakta tersebut, tak heran publik menduga jika jendral bintang empat yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka itu adalah Listyo Sigit Prabowo. Meski begitu, hingga saat ini pihak Mabes Polri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kasus penangkapan dan penetapan tersangka sejumlah jendral ini.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan pihaknya masih mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Nanti kami cek proses evaluasinya, ya, seperti itu,” kata Isir di Mabes Polri, Jakarta, sebagaimana dikutip BeritaSatu Selasa (3/11/2026).

Proses penangkapan sendiri disebut dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri pada Selasa dini hari, 3 November 2026, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. Penangkapan disebut berawal dari penyelidikan terhadap dugaan penyadapan terkoordinasi terhadap pejabat tinggi negara.

Sumber tersebut menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai pihak yang diduga menjadi sasaran penyadapan. Aktivitas tersebut, diduga dilakukan dari sebuah rumah di Kompleks Widya Chandra, Jakarta.

Operasi itu disebut dikoordinasikan oleh seorang perwira aktif berpangkat Irjen berinisial AS yang melibatkan sejumlah anggota Polri, termasuk seorang perwira berpangkat Kombes. Kelompok tersebut diduga memiliki jaringan dengan sejumlah petinggi Polri, baik yang masih aktif maupun sudah tidak aktif.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Tidak ada komentar