100 Tahun Jam Gadang, Majukan Budaya Bukittinggi - Mabur.co

100 Tahun Jam Gadang, Majukan Budaya Bukittinggi

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi Wali Kota Bukittinggi beserta jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Rabu (11/2/2026), pertemuan tersebut membahas serangkaian rencana kegiatan pemajuan kebudayaan dalam rangka peringatan 100 tahun Jam Gadang serta upaya penguatan Bukittinggi sebagai kota bersejarah dan kota perjuangan.

Dalam paparannya, Wali Kota Bukittinggi, Muhammad Ramlan Nurmatias menyebutkan bahwa Jam Gadang, ikon utama Kota Bukittinggi akan genap berusia satu abad pada Juni 2026.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Wali Kota Bukittinggi beserta jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi. Foto: Kemenkebud

Momentum tersebut akan diperingati melalui berbagai kegiatan kebudayaan, rangkaian kegiatan edukatif, kultural, dan seni, termasuk seminar nasional dan internasional yang direncanakan akan dibukukan sebagai referensi dan pengembangan Jam Gadang ke depan.

“Jam Gadang merupakan simbol sejarah, hingga kini Jam Gadang tetap berdiri kokoh tanpa mengalami pergeseran. Ini menjadi bukti nilai arsitektur dan keteknikan yang sangat tinggi,” ujar Ramlan Nurmatias.

Ia menyebutkan Pemerintah Kota Bukittinggi telah meluncurkan logo Satu Abad Jam Gadang dan tengah menyiapkan rangkaian kegiatan lintas disiplin yang melibatkan ilmuwan, budayawan, seniman, arsitek, serta insinyur sipil.

Selain itu, pihaknya juga berencana menjalin komunikasi dengan Duta Besar Belanda dan Jerman untuk Indonesia sebagai pembicara seminar, mengingat Jam Gadang dibangun pada masa kolonial dan menggunakan mesin jam buatan Jerman yang hingga kini masih berfungsi dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bukittinggi juga menyampaikan rencana menjadikan Bukittinggi sebagai kota perjuangan, mengingat peran strategis kota tersebut dalam sejarah bangsa Indonesia.

Bukittinggi pernah menjadi pusat pemerintahan pada berbagai masa, termasuk sebagai ibu kota Provinsi Sumatra, Sumatra Tengah, Sumatra Barat, serta pusat pemerintahan pada masa pendudukan Belanda dan Jepang.

“Bukittinggi, Jakarta, dan Yogyakarta tidak dapat dipisahkan dalam sejarah bangsa. Bukittinggi adalah salah satu dari tiga daerah penerima duplikat Bendera Pusaka dan memiliki peran penting dalam masa perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan dukungan terhadap rencana peringatan 100 tahun Jam Gadang, bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional pada akhir 2025.

Menurutnya, peringatan tersebut sejalan dengan upaya pemajuan kebudayaan dan penguatan sejarah nasional.

“Kami mendukung rencana peringatan 100 tahun Jam Gadang, apalagi dikaitkan dengan berbagai kegiatan kebudayaan yang juga penting di dalam pemajuan kebudayaan kita,” tegas Menbud. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *