Mabur.co – Sebagai bagian dari pelestarian minuman tradisional jamu, Jogja Husada Sehat menyelenggarakan Festival Nitilaku Jamu 2026, yang berlangsung di Bale Gadeng, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).
Festival ini merupakan bentuk komitmen Jogja Husada Sehat, untuk terus mensosialisasikan jamu dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat di zaman modern, yang belakangan ini semakin melupakan minuman tradisional yang satu ini.
Ketua Jogja Husada Sehat, Nina Rahayu Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah program jangka pendek dari Jogja Husada Sehat, yang diberi nama “kampanye jamu”, atau mengkampanyekan lagi keberadaan jamu di zaman sekarang, terutama kepada generasi muda atau Gen Z.
“Pada dasarnya Nitilaku Jamu itu berarti sejarah awal mula jamu itu berdiri, dan terus berkembang sampai sekarang,” ucap Nina saat ditemui mabur.co di Bale Gadeng, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk memanggil para pelaku usaha jamu yang ada di Yogyakarta, agar bisa bergabung dengan kelompok Jogja Husada Sehat.
“Ini adalah wadahnya para pelaku usaha jamu, yang ada di DIY,” tambah Nina.
Sebagai pihak yang menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jamu, Nina dan Jogja Husada Sehat berharap bahwa festival ini dapat menjadi penggerak masyarakat untuk bisa kembali mengonsumsi jamu, sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari
Selain menjual berbagai jamu tradisional serta modern, acara ini juga turut menjajakan makanan pendamping jamu khas Nusantara lainnya, terutama yang berasal dari provinsi DIY.
Selain itu ada juga talk show bersama para pakar jamu, performing arts berupa pembacaan puisi, ngunjuk jamphi bersama, serta pemijatan tradisional secara gratis bagi para pengunjung. (*)



