Abdi Dalem: Labuhan Sekarang Tidak Semeriah Sebelum Corona

Mabur.co – Tradisi Tingalan Jumenengan Dalem Keraton Yogyakarta mencapai puncaknya pada Senin (19/1/2026), dengan prosesi Labuhan Dalem yang dilakukan di Cepuri Parangkusumo, Kapanewon Kretek, Bantul.

Seluruh prosesi Labuhan Dalem berlangsung meriah, dan disaksikan langsung oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sekolah, masyarakat setempat, wisatawan lokal, hingga wisatawan mancanegara.

Meskipun demikian, hal itu masih jauh dengan prosesi yang sama dan berlangsung beberapa tahun silam, tepatnya sebelum pandemi virus Corona pada 2020 lalu. Setidaknya itulah pengakuan dari salah satu Abdi Dalem Keraton Yogyakarta.

Suparman, salah satu Abdi Dalem yang terlibat dalam prosesi Labuhan Dalem mengaku bahwa tradisi tersebut saat ini tidak semeriah yang ia saksikan sekitar tujuh tahun ke belakang, atau sebelum hadirnya virus Corona pada 2020.

“Menurut saya Labuhan Dalem saat ini acaranya kurang meriah. Apalagi setelah adanya virus Corona. Karena dulu banyak sekali acara pendukung yang diselenggarakan dalam hajatan ini. Misalnya saja karnaval budaya, jatilan, dan seterusnya,” ucap Suparman saat ditemui mabur.co di Cepuri Parangkusumo usai prosesi Labuhan Dalem berlangsung.

Bahkan menurut Suparman, biasanya sehari sebelum prosesi, banyak masyarakat yang berbondong-bondong menyaksikan festival budaya yang diselenggarakan pihak keraton di berbagai tempat, namun sekarang sudah jauh berkurang.

“Dulu orang-orang begitu antusias mengikuti berbagai acara kebudayaan di mana saja, namun setelah Corona jadi sepi, bahkan lebih dari setengahnya,” tambah Abdi Dalem yang bertugas sebagai penjaga gudang properti ini.

Sebagai Abdi Dalem yang sudah mengabdi di Keraton Yogyakarta sejak 2012, Suparman berharap tradisi Labuhan Dalem bisa menjadi “pintu gerbang” bagi kemajuan seni-budaya di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.

Perlahan-lahan ia merasa gairah kebudayaan itu sudah mulai kembali ke arah yang benar, pasca-terguncang pandemi COVID-19, beberapa tahun lalu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *