Bus Umum, Moda Transportasi Paling Underrated Yang Tetap Dicintai Masyarakat

Mabur.co – Meski moda transportasi terus berkembang, bus umum masih menjadi pilihan favorit sebagian masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh dari satu daerah ke daerah lainnya. Tak terkecuali di momen musim libur Natal dan Tahun Baru tahun 2025-2026 ini. 

Di Kulon Progo, salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bus bahkan memiliki tempat khusus bagi sebagian masyarakatnya. Keberadaan bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten ini seolah tak banyak mempengaruhi kecintaan masyarakat untuk tetap menggunakan moda transportasi darat paling underrated ini.

Hal itu terlihat dari selalu ramainya tempat-tempat pemberhentian bus di momen libur panjang seperti lebaran atau nataru saat ini. Tak terkecuali di terminal Wates, yang merupakan terminal bus terbesar di kota kecil di sebelah barat Yogyakarta ini. 

Hanya berjarak kurang dari 1 kilometer dari stasiun Wates, Terminal ini nampak selalu sibuk sejak beberapa hari terakhir. Bahkan tak kalah sibuk dari stasiun Wates itu sendiri. Petugas Operator Layanan Operasional Terminal Wates, Muhammad Yani, bahkan menyebut ada lebih dari 30 sampai 40 bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) diberangkatkan setiap hari dari terminal ini.

“Ada peningkatan sekitar 70 persen penumpang di Terminal Wates selama momen libur nataru tahun ini. Mayoritas penumpang menaiki bus untuk tujuan Jabodetabek dan beberapa wilayah Sumatera,” katanya baru-baru ini. 

Bus jarak jauh atau AKAP tetap banyak diminati karena sejumlah keunggulan yang dimilikinya. Pertama dari sisi biaya, bus menawarkan harga tiket yang relatif lebih terjangkau dibanding moda transportasi lainnya. 

Saat libur panjang, harga tiket bus tujuan  Yogyakarta-Jakarta misalnya hanya berkisar 250 – 300 ribu. Sedangkan harga tiket kereta api tujuan yang sama, umumnya mencapai sekitar Rp 250-400 untuk kelas ekonomi.  Semenara tiket pesawat bisa menyentuh harga Rp900ribu hingga 1 juta.

Selain faktor biaya, alasan lain pemudik memilih bus adalah ketersediaan tiket. Pada musim liburan panjang, tiket kereta api dan pesawat sering kali cepat habis atau mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut membuat bus menjadi alternatif yang paling memungkinkan.

“Kalau mau naik kereta harus pesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Beda dengan bus, kapan saja bisa. Kalaupun ada kenaikan tidak terlalu tinggi,” ujar salah seorang pemudik asal Kulon Progo yang hendak ke Jakarta, Bagus. 

Sebuah bus memasuki kawasan terminal Wates Kulon Progo foto JH Kusmargana

Sementra itu pemudik lainnya, Suwarti mengaku memilih mudik dan berlibur dari Metro, Lampung ke kota Wates, Kulon Progo, bersama suami dan 1 orang anaknya, menggunakan bus. Selain lebih murah dari sisi biaya, ia juga memilih bus sebagai moda transportasi karena akses trayek yang luas hingga ke daerah-daerah yang belum terjangkau moda transportasi lain. 

Selain itu, bus dinilai lebih fleksibel karena memiliki banyak titik keberangkatan, serta tidak memerlukan banyak perpindahan moda sehingga lebih praktis.

“Kalau dari tempat saya paling enak ya naik bus. Langsung bisa sampai lokasi. Naik kereta mana bisa,” katanya. 

Meski kerap dicap kuno dan ketinggalan zaman, faktanya bus sebagai salah satu moda transportasi darat kini telah mengalami banyak transformasi. Berbagai pilihan fasilitas dan layanan disediakan sejumlah perusahaan otobus modern. Mulai dari AC, tempat duduk yang nyaman, TV LCD dan musik sebagai hiburan, hingga ketersediaan port USB untuk charging HP per kursi, sampai layanan free WiFi. 

Dari aspek keselamatan, berbagai perusahaan penyedia layanan transportasi darat ini , saat ini juga terus berbenah, dengan berupaya meningkatkan standar pelayanan operasionalnya. Mulai dari menyediakan tenaga sopir profesional, armada bus baru yang lebih modern, hingga pemasangan CCTV dan GPS untuk memastikan perjalanan aman dan nyaman.

Melihat semua itu tak salah jika bus umum sebagai salah satu sarana transportasi darat, masih sangat relevan bagi masyarakat. Khususnya bagi mereka kalangan menengah ke bawah, maupun pemudik di wilayah non perkotaan. Bagaimana menurut kamu?

Jatmika H Kusmargana, jurnalis Mabur.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *