Jaga Keberadaan Ikan Lokal, Warga Argodadi Bantul Buat Lumbung Ikan

3 Min Read
Man in a yellow shirt stands on a small rocky riverbank, arms extended as if fishing, with a bamboo raft docked nearby and green foliage overhead.
Salah satu warga Sungapan Dukuh, Sutadi, sedang memberi pakan ikan di kedung Sungai Konteng, Sungapan Dukuh, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Upaya menjaga keberadaan ikan lokal dan memulihkan ekosistem sungai mulai menunjukkan hasil positif di Kedung Sungai Konteng, Sungapan Dukuh, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul.

Inisiatif pembentukan suaka perikanan menjadi salah satu langkah warga untuk mempertahankan populasi ikan endemik lokal sekaligus menjaga kelestarian ekosistem sungai.

Salah satu warga Sungapan Dukuh, Margo Basuki, mengatakan upaya penebaran ikan sebenarnya telah dilakukan sejak 2015.

Namun, saat itu kegiatan tersebut belum memiliki manajemen yang jelas dan belum dilakukan secara konsisten.

“Sebetulnya sejak 2015, inisiator pertama adalah bapak Margo Basuki tapi kami tidak terkontrol untuk menebar. Tidak ada manajemennya, asal tebar saja dan tidak ada konsisten. Tingkat konsistensi dan koordinasi kita sangat lemah,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).

Margo Basuki mengatakan, keberadaan sejumlah satwa air juga menjadi indikator penting bagi warga. Salah satunya adalah anggang-anggang yang masih ditemukan di aliran sungai.

Menurut Basuki, keberadaan hewan tersebut menunjukkan bahwa kondisi lingkungan perairan masih memiliki kualitas yang cukup baik. Selain itu, kawasan sungai juga masih menjadi habitat sejumlah burung, termasuk cucok udang biru.

Suaka Perikanan

Potensi tersebut sebelumnya juga menarik perhatian sejumlah pihak untuk melakukan survei terhadap kondisi lingkungan setempat. Gagasan suaka perikanan kemudian semakin kuat setelah adanya pertemuan dengan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul.

“Dalam proses penggalian potensi keanekaragaman hayati yang dilakukan bersama sejumlah pihak, muncul usulan agar kawasan sungai tersebut dikembangkan sebagai suaka perikanan,” ucapnya.

Salah satu warga Sungapan Dukuh, Margo Basuki. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Margo Basuki menegaskan, konsep suaka perikanan bukanlah larangan bagi masyarakat untuk memancing, melainkan penataan kawasan agar ikan memiliki ruang untuk berkembang biak.

“Saya bukan pemancing, saya juga bukan pegiat mancing atau penangkap ikan. Tapi ingat, petani saja mau menuai padi, itu harus menebar padi. Kalau sepanjang perjalanan tidak pernah menebar, kok mau menuai?” ujarnya.

Lumbung Ikan

Margo Basuki menuturkan, konsep yang diterapkan adalah menjadikan kawasan tersebut sebagai lumbung ikan.

Area inti digunakan untuk menjaga ikan berkembang biak, sementara masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas pemanfaatan ikan di lokasi lain yang telah ditentukan.

“Ini bukan melarang, tapi hanya ditata. Tempat mancingnya ada di tempat lain, sekitar 300 sampai 500 meter. Ikan itu hewan hidup. Kalau sudah berkembang biak, pasti akan menyebar ke mana-mana. Di luar area itu sudah menjadi rezeki bagi pemanfaat,” jelasnya.

Margo Basuki mengatakan, upaya tersebut kini mulai memperlihatkan hasil. Populasi ikan di Kedung Sungai Konteng, Sungapan Dukuh, disebut mulai tumbuh secara positif.

”Kondisi ini menjadi tanda awal bahwa perlindungan kawasan dapat membantu memberikan ruang bagi ikan lokal untuk berkembang biak,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar