Mabur.co – Kearifan lokal adalah budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Biasanya kearifan lokal adalah hal yang diwariskan secara turun-temurun.
Kearifan lokal adalah hal yang melekat pada bahasa masyarakat itu sendiri.
Dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (10/10/2026), pengertian lain dari kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka.
Di Pulau Jawa, banyak sekali kearifan lokal yang terjadi pada masyarakat karena Jawa terkenal dengan sebutan ‘daerah mistis’.
Tak heran jika Jawa kental dengan tradisi menyimpang atau pun aneh bahkan ada yang menganggapnya aneh.
Tradisi Jawa sering dianggap mitos karena banyak dari cerita dan praktiknya mengandung unsur supranatural atau kepercayaan yang sulit dipahami secara rasional oleh masyarakat modern.
Apalagi, beberapa tradisi ini diwariskan secara lisan, sehingga cenderung berubah dan berkembang seiring waktu serta menambah elemen mistis.
Tradisi Memilih Hari Baik
Orang Jawa mempercayai peninggalan nenek moyang. Salah satunya tradisi mencari weton dan memilih hari baik. Tradisi weton adalah bagian dari budaya Jawa yang cukup menarik.
Hari baik menurut Primbon banyak dicari salah satunya untuk mengadakan pernikahan. Untuk menemukan hari baik yang cocok untuk menggelar pernikahan, perlu dilakukan sebuah metode hitungan dengan menghitung neptu dari kedua mempelai pengantin.
Ada pun neptu tersebut diperoleh dari nilai hari lahir (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu) dan pasaran (Legi, Pahing, Pon Wage, Kliwon).
Hari dalam penanggalan Jawa sama dengan hari di penanggalan nasional dan internasional yaitu 7 hari (Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu).
Selain hari, dalam penanggalan Jawa juga terdapat 5 weton (Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage).
Di Jawa antara hari dan weton dikombinasikan. Mengingat hari yang berjumlah 7 terus berputar dan weton (5 buah) juga sama, maka kombinasi antara hari dan weton menjadi hal unik. Contohnya Senin Kliwon, Rabu Pahing, Sabtu Legi dan lain sebagainya.
Ternyata hari dan weton memiliki nilai angka masing-masing yang sudah tetap. Misalnya Minggu nilai angkanya 5 dan Senin 4.
Demikian juga weton memiliki nilai angka. Misalnya Kliwon angkanya 8 dan Legi angkanya 5.
Antara hari dan weton dijumlahkan. Hasilnya diberi istilah neptu. Misalnya hari Senin Kliwon maka nilai neptu adalah angka hari Senin ditambah angka weton Kliwon. ***
