Mabur.co- Media sosial tengah diramaikan dengan istilah sperma antidepresan. Banyak netizen yang mengaitkan bahwa sperma mampu meningkatkan suasana hati atau mengurangi depresi, khususnya bagi perempuan.
Air mani adalah cairan yang menyertai sperma dan hanya mengisi 3 persen cairan sperma yang dihasilkan laki-laki.
Sisanya adalah air, ditambah dengan sekitar 50 macam senyawa seperti gula (untuk menyehatkan sperma), imunosupresan (untuk menjaga sperma agar tidak dihancurkan oleh sistem kekebalan perempuan), dua hormon seks perempuan dan senyawa yang meningkatkan mood seperti endorfin, estrone, prolaktin, oksitosin, thyrotrpin dan serotonin.
Ketika berhubungan seks beberapa pasangan biasanya memilih untuk ejakulasi di mulut pihak wanita. Sementara itu, tidak sedikit juga wanita menelan sperma yang keluar di dalam mulutnya. Beberapa wanita menelan sperma karena cairan ini mengandung protein yang baik untuk tubuh.
Melansir Vice, profesor di Universitas Indiana, Debby Herbenick mengatakan, menelan sperma memiliki risiko tinggi tertularnya infeksi menular seksual atau (IMS).
“Jika sperma hanya masuk mulut, meski tidak ditelan juga tetap berisiko tertular IMS. Hal ini karena IMS ditularkan dari kontak kulit ke kulit. Beberapa penyakit yang mungkin berisiko ditularkan dari menelan sperma seperti herpes mulut dan kelamin, HPV, sifilis, klamidia, gonore, HIV, “ katanya dilansir, Jumat (13/3/2026).
Wanita yang terbiasa melakukan seks tanpa pengaman memiliki skor tes kognitif yang lebih baik. Selain itu, kelompok wanita itu juga mengaku lebih sulit mengalami depresi. Sperma mengandung kortisol yang meningkatkan rasa kasih sayang, estron dan oksitoksin yang memperbaiki mood, triptopin dan serotonin yang merupakan antidepresan, dan melatonin yang memperbaiki tidur.
Sperma mengandung kortisol yang meningkatkan rasa kasih sayang, estron dan oksitoksin yang memperbaiki mood, triptopin dan serotonin yang merupakan antidepresan, dan melatonin yang memperbaiki tidur. “Yang penting kelompok wanita yang tidak menggunakan pengaman saat berhubungan seks juga umumnya lebih terbebas dari depresi dibandingkan dengan mereka yang tidak berhubungan seks,” ujar peneliti studi Steven Platek, psikolog dari universitas State University of New York, dilansir Kompas.com.
Menurut dia, komposisi sperma merupakan “obat” depresi alami sehingga gejala depresi bagi wanita yang menelan sperma pun juga lebih sedikit. Studi tersebut bukannya menyimpulkan bahwa setiap wanita yang menelan sperma pasti lebih bahagia dibandingkan mereka yang tidak. Namun, kadar kebahagiaan mungkin saja berhubungan dengan kuantitas sperma yang ada dalam tubuh.



