Mabur.co – Sebagai kerajaan bernapaskan agama Islam, Keraton Kasultanan Yogyakarta, memiliki beberapa Abdi Dalem yang setiap hari bertugas mengurusi bidang keagamaan.
Abdi Dalem itu antara lain adalah Abdi Dalem Pangulon yang bertugas melakukan syiar agama Islam di luar tembok cepuri keraton.
Lalu ada Abdi Dalem Suranata yang merupakan santri di lingkungan keraton maupun Masjid-masjid Pathok Negara.
Dan terakhir adalah Abdi Dalem Kanca Kaji yang bertugas mengurusi segala urusan keagamaan di dalam benteng cepuri keraton.
Dilansir dari situs resmi Keraton Yogyakarta, Abdi Dalem Kanca Kaji konon sudah ada sejak zaman Sultan Agung.
Disebutkan bahwa dahulu ada 12 Kanca Kaji yang dikenal dengan istilah Kaji Selusin.
Ada yang menyebut Kanca Kaji ini berasal dari tanah Arab (Kesultanan Turki Usmani).
Akan tetapi ada pula yang menceritakan bahwa mereka merupakan Abdi Dalem yang diutus Sultan Agung untuk memperdalam ilmu ke segala penjuru dunia.
Dari segi pakaian (pengageman) yang digunakan, Abdi Dalem Kanca Kaji tidak menggunakan pakaian peranakan seperti Abdi Dalem pada umumnya. Melainkan mengenakan pakaian yang disebut antari.
Sekilas, pakaian antari berbentuk seperti baju safari dengan panjang yang sama antara ujung depan dan belakangnya.
Sehari-hari Abdi Dalem Kanca Kaji kerap mengenakan antari warna putih dengan balutan sorban di bagian kepala.
Namun demikian, pada tugas-tugas tertentu, yakni Malam Selikuran (menyambut hari ke-21 Ramadan), upacara kematian di dalam keraton, dan Upacara Garebeg Besar, Kanca Kaji mengenakan antari berwarna hitam.
Abdi Dalem Kanca Kaji berada di bawah Kawedanan Hageng Sriwandawa.
Saat ini terdapat empat belas Kanca Kaji yang senantiasa berdampingan dengan Kanca Suranata dalam bertugas.
Sebagai Abdi Dalem yang menangani bidang keagamaan, Kanca Kaji selalu terlibat dalam hampir semua upacara adat di lingkungan Keraton Yogyakarta.
Tugas utama mereka adalah memimpin doa dalam setiap upacara maupun kegiatan keagamaan yang ada lingkungan keraton tersebut.
Baik yang berupa perintah khusus dari Sultan atau yang merupakan bagian acara keraton secara umum.
Selain itu, Abdi Dalem Kanca Kaji juga bertugas mengurus semua urusan di masjid Panepen yang merupakan masjid khusus keluarga keraton.
Mereka biasanya akan melaksanakan caos (tugas) setiap seminggu sekali.
Secara bergantian mereka akan menjalankan tugas untuk memimpin salat atau menjadi imam, mengaji rutin, dan memimpin doa tasyakuran atau sedekah keraton, hingga menjaga dan merawat masjid.
Dalam beberapa kesempatan, mereka juga akan dimintai sesama Abdi Dalem untuk menerangkan hal-hal terkait ibadah keagamaan dan menjadi narasumber dalam kajian Islam.
Selain Abdi Dalem Kanca Kaji yang bertugas di dalam cepuri, ada juga beberapa Kanca Kaji yang bertugas di kediaman putra mahkota yang disebut Kaji Kadipaten.
Jumlah Kaji Kadipaten yang dahulu bertugas di Dalem Mangkubumen adalah delapan orang.
Saat ini, baik Kanca Kaji maupun Kaji Kadipaten digabung menjadi satu unit di bawah koordinasi Sri Wandawa.
Mengingat asal-usulnya, jumlah Kanca Kaji bisa berkurang tetapi tidak boleh lebih dari 20 orang. ***



