Mengintip Perayaan Imlek di Tahun Kuda Api - Mabur.co

Mengintip Perayaan Imlek di Tahun Kuda Api

Tahun 2026 perayaan Imlek bernilai monumental. Sebab bersamaan dengan bulan suci Ramadan. Menandakan bahwa setiap perayaan budaya adalah ruang untuk menghidupkan kembali nilai dan merawat harmoni.

Kebetulan di Ketandan, cahaya lampion bukan sekadar hiasan, tetapi simbol perjumpaan tradisi, kesadaran, dan kebersamaan dalam balutan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Dikutip dari Instagram dinaskebudayaandiy, Sabtu (28/2/2026), dalam pertemuan nilai Tiongkok dan Jawa, konsep Yin dan Yang seolah berdialog dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana.

Ilustrasi. Perayaan Imlek. (Sumber: IG dinaskebudayaandiy)

Keduanya menegaskan pentingnya keseimbangan. Bahwa terang dan teduh, gerak dan diam, semangat dan kebijaksanaan, harus berjalan beriringan agar kehidupan tetap selaras.

Memasuki Tahun Kuda Api, energi keberanian dan transformasi terasa menguat. Namun seperti api yang memberi cahaya saat terkendali, semangat pun perlu diarahkan dengan kesabaran dan kejernihan hati.

Apalagi ketika perayaan ini hadir di suasana Ramadan momen yang justru mempertegas bahwa budaya dan spiritualitas dapat tumbuh bersama dalam ruang yang sama.

Di balik gemerlap pertunjukan seni, denyut ekonomi rakyat ikut bergerak.

UMKM, pedagang, perajin, dan seniman menemukan ruang untuk berkarya, menguatkan simpul sosial dari Ketandan hingga Malioboro.

Akulturasi pun kembali menunjukkan maknanya: bukan sekadar berdampingan, tetapi saling menghidupi.

Harmoni bukan sekadar wacana.

Ia adalah pilihan yang dirawat dalam keberagaman, dalam kebersamaan, dan dalam semangat menjaga Yogyakarta tetap istimewa. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *