Mabur.co– Sejumlah peninggalan Pangeran Diponegoro tersimpan rapi di Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama. Bangunan museum dulu merupakan kediaman Pangeran Diponegoro saat masih belia.
Museum ini pernah ditinggali Pangeran Diponegoro bersama nenek buyut Ratu Ageng yang merupakan Permaisuri Sultan Hamengku Buwono I. Permaisuri Ratu Ageng ini keluar dari Keraton Yogyakarta karena berselisih dengan putra Hamengku Buwono II.
Lokasi Museum Diponegoro ini berada di Jalan HOS Cokroaminoto TR III/430, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Di dalam bangunan museum ini terbagi menjadi area museum, kantor, pendopo, hingga musala.
Pemandu Museum, Serda Muhammad Kasbolah menjelaskan, Museum Monumen Pangeran Diponegoro didirikan pada 1968 atas prakarsa Mayjen TNI Surono saat itu. Sementara untuk peresmiannya pada 9 Agustus 1969 oleh Presiden Soeharto.
Di dalam Museum Monumen Pangeran Diponegoro memiliki koleksi kurang lebih 413 koleksi, di antaranya ada berbagai macam koleksi seperti alat perang yang digunakan di era Perang Jawa. Koleksi di area ini masih asli, contohnya ada pedang, ada tombak, ada keris, ada tameng, dan masih banyak lainnya.
“Museum Monumen Pangeran Diponegoro ini memiliki tiga koleksi unggulan, di antaranya lukisan penyerbuan di Tegalrejo sebagai ikon dari Museum Monumen Pangeran Diponegoro. Ada tembok jebol di belakang museum. Tembok ini dulu digunakan untuk meloloskan diri Pangeran Diponegoro, keluarga, dan para pasukannya dari kepungan pasukan Belanda. Di sebelah timur, ada batu komboran, batu yang digunakan sebagai tempat makan dan minum kuda-kuda Pangeran Diponegoro,” ujarnya, Rabu, 7 Januari 2026.

Foto Setiaky A Kusuma
Muhammad Kasbolah, mengatakan, ia tinggal di Ndalem Tegalrejo sejak umur 7 tahun sampai umur 40 tahun. Umur 40 tahun itu, pecah Perang Jawa tepatnya pada 20 Juli 1825.
“Saat tinggal di Ndalem Tegalrejo, Pangeran Diponegoro dikepung oleh pasukan Belanda saat itu. Pangeran Diponegoro menjebol tembok sisi barat bagian belakang untuk meloloskan diri dari kepungan pasukan Belanda. Alhasil, pihak Belanda tidak berhasil menangkap Pangeran Diponegoro, akhirnya semua yang ada di Ndalem Tegalrejo dibakar habis tanpa sisa,” ucapnya.
Pengunjung asal Klaten, Jawa Tengah, Triana menyebut, Museum Pangeran Diponegoro sangat bagus dan pantas direkomendasikan untuk dikunjungi. Museum Pangeran Diponegoro juga bisa digunakan sebagai media untuk pembelajaran bagi generasi masa kini untuk mengenang masa lalu. Betapa dulu di Museum Pangeran Diponegoro ini merupakan kediaman Pangeran Diponegoro,” katanya.



