Mabur.co – Cara unik dilakukan sejumlah warga Padukuhan Gembongan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, dalam menyambut bulan suci Ramadan tahun ini.
Guna menyemarakkan bulan puasa yang hanya datang setiap setahun sekali itu, mereka nampak menghiasi sepanjang jalan kampung menuju Masjid Al Fatah Gembongan dengan aneka lampion warna-warni.
Jalan menuju masjid yang sebelumnya hanya berupa jalan kampung biasa itu pun kini berubah menjadi lorong yang dipenuhi lampu warna-warni dan sangat indah dilihat setiap malam harinya.
Terletak tak jauh dari Jalan Nasional Jogja Wates, sejumlah lampion bertema jamur, bunga, hingga kupu-kupu nampak terlihat jelas bagi setiap pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Dipasang di sepanjang akses masuk masjid, deretan lampion itu pun mampu menciptakan suasana semarak yang membuat jemaah bersemangat untuk datang dan menjalankan ibadah di masjid tersebut.
Salah satu perwakilan Remaja Islam Masjid Al Fatah, Farel Putra Perdana, mengatakan, rutin memasang sejumlah lampion warna-warni di jalan menuju masjid setiap tahunnya khususnya saat bulan Ramadan.
Lampion-lampion tersebut sengaja dibuat dari bahan kain dan kawat tahan air sebagai ornamen hiasan di malam hari. Pemasangannya dilakukan secara gotong royong oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
“Tahun lalu kita mengusung tema ubur-ubur, sedangkan pada momen bulan Ramadan tahun ini kita memilih tema jamur. Filosofinya jamur itu kan bisa tumbuh dan berkembang tanpa perawatan khusus. Jadi kami berharap di bulan Ramadan ini warga juga bisa berproses menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin semangat beribadah,” ujarnya.
Untuk merealisasikan ornamen tersebut, warga mengaku menghabiskan dana sekitar Rp12 juta yang dikumpulkan dari hasil swadaya masyarakat.
Dana itu digunakan untuk pembelian bahan, perlengkapan lampu, maupun kebutuhan teknis lainnya.
Keberadaan lampion warna-warni ini tak hanya meningkatkan antusiasme warga setempat untuk datang ke masjid, tetapi juga menarik perhatian masyarakat dari luar daerah.
Bahkan banyak pengunjung yang sengaja datang untuk berfoto maupun sekadar menikmati suasana Ramadan yang berbeda di masjid tersebut.
Tak sedikit dari mereka datang setelah melihat langsung ketika melintas di dusun tersebut.
Selain itu ada juga yang mengetahui dari informasi mengenai hiasan tersebut di media sosial.
“Bagus sekali sangat kreatif. Membuat suasana Ramadan jadi terasa lebih hidup,” ujar salah seorang warga, Rina.
Warga berharap tradisi menghias jalan menuju masjid ini dapat terus dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari syiar Ramadan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga di Padukuhan Gembongan. ***



