Mabur.co – Akhir pekan lalu, berbagai pembalap asli Indonesia berkiprah di ajang internasional.
Mulai dari Veda Pratama (Moto3 World Championship), Mario Aji (Moto2 World Championship), Dimas Ekky (Bagger World Cup), Aldi Mahendra (World Supersport), hingga dua pembalap Indonesia di ajang World Sportbike, Arai Agaska dan Felix Mulya.
Keenam pembalap asli Indonesia tersebut gagal mendulang hasil positif di kategorinya masing-masing.
Bahkan beberapa di antaranya sudah tampil cukup menjanjikan, dan sempat bersaing di barisan depan.
Berikut adalah rapor hasil balap keenam pembalap Indonesia tersebut, yang baru saja beraksi pada akhir pekan lalu (29 Maret 2026).
Felix Putra Mulya (World Sportbike)
Pembalap muda binaan Yamaha Racing Indonesia ini sempat mengalami kecelakaan di Race 1 pada hari Sabtu (28/3/2026).
Namun pada Race 2 di hari Minggu (29/3/2026), performanya tidak kunjung membaik. Ia pun harus puas menempati urutan 28 dari total 29 pembalap yang finish.
Arai Agaska (World Sportbike)
Rekan satu tim Felix, yakni Arai Agaska, mengalami nasib yang sedikit lebih baik. Hanya saja, performanya juga tidak bisa dikatakan istimewa.
Lantaran ia hanya finish di posisi ke-23 pada Race 2 seri World Sportbike (WSPB) Portugal, yang berlangsung di Sirkuit Algarve, Portimao, Minggu (29/3/2026).
Dimas Ekky Pratama (Bagger World Cup)
Dimas Ekky memulai petualangan barunya di ajang Bagger World Cup (BWC) di Circuit of The Americas (COTA) akhir pekan lalu.
Meskipun sempat menjanjikan di sesi pra-musim dan latihan bebas, nyatanya saat balapan yang sesungguhnya tiba, Dimas tidak mampu berbicara banyak, dan harus puas mengakhiri balapan di posisi 7, atau finish paling belakang.
Aldi Satya Mahendra (World Supersport)
Aldi sejatinya sudah diragukan tampil di balapan WSSP Portugal di sirkuit Algarve Portimao, lantaran menjadi korban tabrak lari saat latihan sepeda di Yogyakarta, sekitar dua minggu sebelumnya.
Alhasil, penampilan Aldi dalam balapan ini sudah diprediksi tidak akan maksimal. Bahkan pada Race 2 di hari Minggu (29/3/2026), ia harus mengakhiri balapan lebih awal, lantaran tidak sanggup menahan rasa sakit di tangan kirinya, imbas dari kecelakaan tabrak lari tersebut.
Aldi pun gagal mendulang sebiji poin pun dalam seri Portugal ini. Karena di Race 1 sehari sebelumnya, ia hanya finish di posisi ke-23 dari total 30 pembalap yang melintasi garis finish.
Mario Suryo Aji (Moto2 World Championship)
Akhir pekan balapan Moto2 di Circuit of The Americans (COTA) sudah diawali dengan cukup buruk oleh Aji, yang gagal menembus ke Q2 untuk pertama kalinya di musim ini.
Setelah itu, sisa akhir pekan pun menjadi lebih berat, dan Aji juga tidak sanggup menampilkan performa yang diharapkan.
Pada balapan di hari Minggu (29/3/2026), Aji yang start dari urutan 19, sempat naik ke urutan 14, ketika balapan menyisakan 3 lap tersisa. Namun sayang, pelan-pelan Aji mulai melorot, dan akhirnya melakukan kesalahan sendiri di 2 lap terakhir, dan harus puas mengakhiri balapan lebih cepat.
Hasil ini membuatnya kembali harus mendulang 0 poin, sama seperti balapan pertama di Thailand akhir Februari lalu.
Veda Ega Pratama (Moto3 World Championship)
Dari keenam jagoan motorsport Indonesia di ajang internasional, bisa dibilang hanya Veda yang benar-benar memberi harapan. Karena ia mampu bersaing di barisan depan di sepanjang balapan Moto3 di Circuit of The Americans (COTA), Senin (30/3/2026) dinihari tadi.
Sayangnya Veda juga harus menerima nasib sial, lantaran terjatuh highside saat melewati tikungan 11 di lap ke-5 balapan di COTA. Hasil ini membuatnya gagal mendulang satu pun poin di seri ketiga ini, sehingga membuatnya gagal mengulangi pencapaian podium pada balapan sebelumnya di Goiania, Brazil.
***
Meskipun keenam pembalap Indonesia gagal meraih hasil positif pada akhir pekan lalu, namun satu hal yang patut diapresiasi adalah, tingginya determinasi dan perjuangan dari masing-masing pembalap, untuk dapat memberikan hasil terbaik dalam kategorinya masing-masing.
Masih banyak balapan berikutnya yang menunggu di depan mata. Sehingga kesempatan untuk bangkit akan selalu terbuka bagi keenam jagoan motorsport Indonesia, yang telah berjuang mati-matian demi nama baik bangsa Indonesia di dunia internasional. (*)



