Ramai-ramai Memplesetkan Makna “MBG” - Mabur.co

Ramai-ramai Memplesetkan Makna “MBG”

Mabur.co – Kehadiran program MBG (Makan Bergizi Gratis) dari pemerintah Prabowo-Gibran telah mencapai usia satu tahun lebih.

Bisa dibilang, program ini menjadi topik yang paling menarik untuk diikuti dan dikupas oleh banyak pihak, dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Ketika ramai diberitakan bahwa anak-anak mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari MBG, perhatian masyarakat pun semakin menjadi-jadi.

Bahkan sudah banyak pihak yang melakukan kajian mendalam terkait program yang satu ini, termasuk dari luar negeri.

Namanya orang Indonesia, selalu saja punya akal dan ide “kreatif”, untuk mulai memplesetkan akronim atau singkatan dari “MBG” secara satir, dengan kata-kata lain yang sebetulnya tidak sesuai dengan makna aslinya, yakni “Makan Bergizi Gratis”.

Dilansir dari IDN Times, berikut adalah beberapa plesetan kepanjangan MBG, yang sempat viral dalam sejumlah kesempatan.

1. Maling Berkedok Gizi

Pertama kali dipopulerkan oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, pada awal Februari 2026 ini. Ia menyebut bahwa MBG lebih tepat disebut sebagai “proyek”, daripada program yang bermanfaat untuk rakyat.

2. Makan Beracun Gratis

Istilah ini menjadi yang paling sering muncul di berbagai linimasa media sosial dalam satu tahun terakhir. Khususnya sejak maraknya kasus keracunan.

3. Makan Bermasalah Gak, sih?

Mirip seperti poin sebelumnya. Banyaknya kasus keracunan akibat menu dari MBG membuat netizen kemudian mempertanyakan, apakah makanan yang disajikan itu benar-benar bergizi, atau justru bermasalah.

4. Makanannya Bergizi Gak?

Ketika menu MBG diklaim “bergizi”, namun justru menimbulkan keracunan di berbagai tempat maka netizen pun mulai mempertanyakan secara satir, apakah makanannya benar-benar bergizi atau tidak, untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekolah setiap harinya.

5. Makan Berbayar Gak?

Tidak hanya soal gizi, netizen pun ikut menyindir sumber anggaran yang digunakan dalam program MBG ini, yang disinyalir justru melahirkan budaya korupsi baru di Indonesia.

***

Selain memplesetkan makna “MBG” secara satir, beberapa pihak juga menyarankan agar kata “Gratis” dalam program tersebut dihapuskan.

Karena dianggap berkonotasi negatif, sekaligus memicu ejekan baru. Karena nyatanya program ini tidaklah benar-benar gratis, lantaran menggunakan dana dari ABPN, yang juga berasal dari pajak rakyat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *