Sebelum Instagram Ketua BEM UGM Hilang, Ini Salinan Pernyataan Demo!

Hampir sepekan kontroversi pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mencuat penuh ingar-bingar.

Publik menyambut gegap gempita pernyataan aktivis UGM dalam sebuah demo yang ia gelar. Media sosial instagram Tiyo Ardianto pun mengunggah suasana demo kontroversial tersebut.

Dalam pernyataan demo, salah satu yang kontroversial adalah pernyataannya bahwa Prabowo Subianto adalah presiden yang bodoh. Selain itu ia menyebut bahwa program MBG hanya kepanjangan dari Maling Berkedok Gizi.

Demikian pernyataan lengkap Tiyo Ardianto dalam demo yang juga diunggah di akun instagramnya lima hari lalu dan hingga kini banjir komentar.

Setelah meracuni lebih 28 ribu anak-anak, Kepala BGN sang operator MBG justru mendapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama oleh Presiden.

Tak ada evaluasi bermakna. Yang ada hanya klarifikasi bahwa 28 ribu itu bukan nyawa manusia, tapi angka statistik yang sedemikian kecil menurut Presiden. Sungguh kejam.

223 T anggaran pendidikan dirampas, efeknya banyak yang kehilangan kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi dan guru-guru honorer ditelantarkan.

Padahal, untuk menggratiskan seluruh mahasiswa di Indonesia (mau PTN, PTS, PTKIN) hanya butuh sekitar 180 T.

Keputusan seorang anak di Ngada di NTT yg memilih bunuh diri kerena ketiadaan perlengkapan sekolah adalah ironi yang tak boleh dianggap biasa.

Kita harus mulai bicara bahwa MBG bukan Makan Bergizi Gratis. Bergizi saja tidak. Apalagi gratis. Itu uang kita yang dialokasikan serampangan! Untuk apa? Untuk bagi-bagi ke kroninya.

1 SPPG bisa hasilkan 1,8 miliar untuk pemiliknya. Kalau 5 tahun masa Kepresidenan, artinya 9 miliar. Siapa yang punya SPPG? Mereka yang dekat dengan pemenang Pilpres.

Ketua DPC partai Pak Presiden di daerah saya saja, bisa punya 9 SPPG. Itu artinya 45 miliar selama lima tahun tanpa korupsi. Bayangkan jika korupsi. Buah yang harusnya 5 butir, jadi 3 butir. Atau ayam yang seharusnya bagian dada, jadi sayap saja. Bisa lebih fantastis.

Pertanyaannya, kalau Pak Prabowo nyalon lagi 2029 lalu kadernya yg jadi pimpinan daerah ini keluarkan 10 atau 20 miliar utk menangkan Ketumnya, itu uang kecil apa besar?

Sangat kecil, apalagi di periode berikutnya dia akan dapat 45 miliar lagi.

Yang begini terjadi di mana-mana.

Maka, tidak layak lagi kita sebut MBG sebagai Makan Bergizi Gratis. Itu program korupsi tersistematis. Mulai sekarang, kita sebut MBG sebagai #MalingBerkedokGizi !

Mabur.co beruntung bisa menyalin utuh pernyataan Tiyo Ardianto dalam demo kontroversial itu. Karena bisa jadi tidak lama lagi akun itu akan hilang.

Mengingat banyak teror yang diterima Tiyo Ardianto beserta keluarganya dan puluhan aktivis BEM lainnya.

Sejauh ini Tiyo Ardianto memang sudah melapor ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban sebagai antisipasi adanya kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak istana negara pun juga sudah merespons aksi demo kontroversial Ketua BEM UGM tersebut dan menyampaikan soal etika memberikan kritik. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *