Stok Cukup, Nestle Pasok Program MBG - Mabur.co

Stok Cukup, Nestle Pasok Program MBG

Mabur.co– Sejak pertama kali hadir di tahun 1971, PT Nestlé Indonesia telah menjadi bagian dari perjalanan antar-generasi banyak keluarga di Indonesia.

Hal ini selaras dengan tujuan Nestlé untuk menggunakan potensi makanan agar meningkatkan kualitas hidup setiap individu saat ini dan untuk generasi mendatang.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meluncurkan berbagai program inovatif bagi anak-anak Indonesia.

PT Nestlé Indonesia berkomitmen untuk menghasilkan produk bergizi dan berkualitas. PT Nestlé Indonesia turut berupaya untuk menciptakan manfaat bersama, baik bagi masyarakat maupun lingkungan. Oleh karena itu, serangkaian inovasi, inisiatif, dan program terus menerus dihadirkan bagi Indonesia.

Produk yang dipasarkan oleh Nestlé telah melewati berbagai riset guna menjaga keunggulan bagi para konsumen.

Hal ini sesuai dengan warisan dari pendiri Nestlé. Tahap awal riset yang dilakukan adalah pemilihan bahan baku dan aplikasi teknologi untuk proses produksi sampai dengan pengemasan.

Dalam akun X yang diunggah oleh @Dospemz, mengatakan, Ngomongin boikot, kalian tahu nggak? Per Feb 2026, MBG sudah menyalurkan 4,5 miliar porsi dimana Nestlé salah satu supplier.

“Dengan asumsi memasok 10–15% kebutuhan MBG dengan harga khusus Rp2.000, maka potensi pendapatan Nestlé dari MBG: Rp1,35 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia, Sufintri Rahayu menilai, MBG merupakan program yang bagus untuk memberi asupan nutrisi bagi generasi muda.

“Dalam artian bahwa pemerintah memperhatikan future generation, nutrisi untuk masa depan. Tentunya balik lagi sebagai industri, kami terus mendukung pemerintah. Kami akan terus membantu pemerintah,“ ujarnya dilansir dari Investor.id, Selasa (24/2/2026).

Menurut Sufintri, Nestle bersama perusahaan lain yang tergabung dalam Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS) telah dimintai pendapat oleh pemerintah terkait program MBG.

“Tentunya dimintakan juga sesuai dengan ekspertis kami di bagian susu, termasuk bagaimana nutrisinya, kemudian mekanismenya nanti bersama dengan anggota AIPS lainnya,” tutur dia.

Nestle, lanjut dia, memiliki model bisnis creating share value yang diimplementasikan dalam menjalankan bisnis.

“Jadi buat kami, apa yang bisa dibantu dari segi experties kami yakni di nutrisi, itu yang kami sangat dukung,” tutur dia.

Sufintri melihat, produk Nestle yang cocok untuk mendukung program ini adalah susu untuk pertumbuhan anak-anak yaitu Dancow, dan juga Milo untuk anak-anak berenergi.

“Kami di AIPS sudah diajak berdiskusi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) seputar masalah nutrisi susu, bagaimana susu itu mengambil peranan dalam pemenuhan gizi,” ujar dia.

Dari Nestle, Sufintri menegaskan, perusahaan selalu siap membantu program-program yang dijalankan pemerintah. Saat ini, Nestle memiliki beberapa produk susu UHT yang diperuntukkan bagi anak sekolah, yakni Dancow dan Milo.

Produk susu UHT Dancow perseroan saat ini dipasok dari pabrik Nestle Kejayan, Jawa Timur. Sementara produk susu UHT Milo perseroan diproduksi di pabrik Karawang, Jawa Barat.

Pasokan bahan baku susu segar akan tetap aman untuk memenuhi permintaan MBG. Selama ini, 90% pasokan bahan baku susu segar Nestle berasal dari mitra peternak lokal.

“Sampai sekarang, pasokan susu segar ke pabrik tidak mengalami kendala. Dan kalau dibutuhkan, masih banyak ruang untuk memperbesar pasokan susu sapi segar dari mitra kami. Saat ini, terdapat 14 ribu mitra peternak yang memasok 360 ton susu segar ke pabrik Nestle. Mitra peternak tersebut tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *